Suruh Pasien Lepas Cadar, Dokter di Inggris Diskors Selama Sembilan Bulan

94

Muslim Obsession – Seorang dokter di Inggris diskors selama sembilan bulan setelah tiga kali meminta seorang pasien wanita Muslim untuk membuka cadarnya selama konsultasi.

Panel memutuskan untuk melarang Dr. Keith Wolverson, yang memiliki 25 tahun pengalaman bekerja sebagai dokter tersebut, untuk berhenti sementara.

Dilansir The Islamic Information, Ahad (6/11/2022) beberapa pelanggaran yang dilakukan dokter itu antara lain meminta wanita muslimah yang sudah menikah untuk membuka cadarnya. Dia juga mengkritik kemampuan berbicara bahasa Inggris kepada 15 pasien.

Meskipun mengakui tindakannya tidak profesional, Dr. Wolverson mengatakan dia berencana untuk mengajukan banding atas keputusan yang melarangnya bekerja sebagai dokter selama sembilan bulan.

Selama sidang yang diadakan oleh Layanan Pengadilan Praktisi Medis (MPTS), Wolverson dinyatakan bersalah atau mengakui 17 dari total 28 pelanggaran yang diajukan terhadapnya.

Semua laporan pelanggaran dokter tertanggal Januari hingga Mei 2018 terkait pekerjaannya di Royal Stroke, baik sebagai dokter locum maupun sementara, serta saat bekerja di Derby Urgent Care Centre.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Birmingham Live, dia menyatakan bahwa keberatannya tidak dimaksudkan untuk meremehkan kelompok etnis tertentu atau merugikan siapa pun dari latar belakang budaya apa pun. Hal itu semata-mata tentang kejelasan komunikasi antara dia dan pasiennya.

Dalam insiden lain, ketika dia mengulangi permintaan untuk pasien Muslim untuk melepas cadarnya tiga kali selama konsultasi pada Mei 2018, Wolverson beralasan bahwa dia meminta cadar dilepas karena kesulitan memahami aksen solid pasien yang stoke-on-Trent.

Namun, pengadilan dengan cepat menolak argumen tersebut karena mereka tidak menemukan kesulitan memahami pasien ketika dia datang untuk memberikan bukti.

Ketua hakim Duncan Toole mengatakan bukti dengan jelas menunjukkan tindakan Wolverson “menyedihkan” dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap profesi tersebut.

Meski demikian, pengadilan mencatat bahwa selama 25 tahun pelayanan medis Wolverson tidak memiliki masalah atau catatan buruk mengenai keselamatan pasien.

Kepercayaan publik terhadap kemampuan medis Wolverson diharapkan tidak berubah, terutama saat ia kembali bekerja setelah merenungkan tindakannya selama sembilan bulan skorsing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here