Sosok Gus Thuba yang Viral Gegara Dicium Tangannya oleh Habib Abdul Qadir

183

Jakarta, Muslim Obsession – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan kehadiran sosok Gus Thuba Topo Broto Maneges, meski umurnya masih sangat muda, ia dicium tangannya oleh Habib Abdul Qadir Al-Haddar Banyuwangi dalam acara Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin di Jalan Barong Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Senin kemarin.

Gaya Gus Thuba yang terlihat sangat perfect itu dinilai oleh netizen sebagai bentuk keangkuhan dan kesombongan. Meski dianggap Gus atau keturunan kiai, Gus Thuba yang usianya masih sangat muda juga diangap tidak beradab, lantaran ia membiarkan tangannya dicium oleh Habib Abduk Qadir sambil merokok.

Menyikapi ini, Habib Abdul Qadir Al-Haddar memberikan penjelasan bahwa beliau sudah lama mengenal Gus Thuba sejak kecil dan juga sangat sayang kepada Gus Thuba.

Habib Abdul Qadir Al-Haddar mengatakan, dirinya mencium tangan Gus Thuba karena beliau adalah cucu gurunya, Gus Miek sang waliyulllah yang juga pendiri Majlis Semaan Zikrul Ghofilin.

Siapa Sebenarnya Gus Thuba?

KH Maman Imanulhaq, pendiri Pondok Pesantren Al-Mizan di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, dalam satu video yang diunggahnya di Youtube mengatakan, Gus Thuba adalah cucu Gus Miek dan KH Ahmad Siddik.

“Sekeluarga kami sangat mencintai KH Hamim Tohari Jazuli atau yang dikenal dengan panggilan Gus Miek. Kami mengenal baik beliau lewat dawuh para kiai ketika saya mondok di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Sesekali saya juga mendengar kisah ulama besar dari Jawa Timur itu dari cerita KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur,” kata KH Maman Imanulhaq membuka ceritanya.

Berikut cerita lengkapnya

Alhamdulillah, beberapa kali saya pula pernah berkesempatan menghadiri dan mengikuti pengajian beliau Dzikrul Ghofilin, Sema’an Jantiko Mantab, terutama ketika diselenggarakan di Jogja dulu. Saya, istri, dan anak-anak saya pula tidak pernah meninggalkan untuk berziarah ke makamnya Gus Miek di Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Gus Miek adalah ulama yang memiliki banyak karomah. Melalui dzikir Jamaah Mujahadah Lailiyah, ia menyapa siapapun di lorong-lorong sempit batin dan juga lorong-lorong sempit kehidupan. Ia tahu persis bagaimana kerinduan setiap orang kepada Allah SWT.

Kini perjuangan dan dakwahnya dilanjutkan oleh beberapa putranya termasuk Kiai Robert dan juga cucunya yang saat ini sedang ngetrend yaitu Gus Thuba.

Saya tahu persis bagaimana kehadiran Gus Thuba di beberapa pelosok daerah selalu disambut dengan kerinduan umat. Kerinduan kepada sosok Rasulullah SAW yang tercermin dari apa yang diajarkan kakeknya tercinta, guru kita semua Gus Miek.

Setiap perkataan dari Gus Thuba adalah perkataan yang mengafirmasi kita mengosongan diri kita dari apapun kecuali hadirkan dari hati kita nama Allah.

Maka dengan keyakinan seperti itu, saya hanya bisa tertawa ada netizen tidak paham apa yang terjadi antara Gus Thuba dengan Habib Abdul Qadir Bin Abdul Hadi Al-Hadir. Bahkan ada yang berkomentar miring dan fitnah terhadap Gus Thuba.

“Manusia itu adalah musuh dari ketidaktahuan.” Bagi yang berkomentar asal saya yakin mereka tidak tahu bahwa Gus Thuba adalah orang yang selalu mencintai para ulama, Habaib, dan mencintai seluruh manusia sesuai dengan yang diajarkan oleh Gus Miek.

Gus Thuba selalu datang dengan penuh keikhlasan, tenang, damai, dan tidak ada yang membuatnya merasa lebih dari yang lain. Begitu juga dengan Habib Abdul Qodir, beliau mengatakan bahwa kerinduannya kepada Gus Miek selalu terobati dari pertemuannya dengan putra dan maupun cucunya.

Gus Thuba adalah cucu dari Gus Miek sekaligus juga cucu dari seorang tokoh besar NU yaitu KH Ahmad Sidik yang dulu merumuskan Kalimatun Sawa, penerimaan Pancasila sebagai dasar negara oleh ormas terbesar di Indonesia.

“Bila belum mengenal sosok Gus Thuba maka tidak perlu membuat komentar miring bahkan menjurus ke fitnah. Silakan simak penjelasan lengkap saya tentang Gus Miek, Gus Thuba dan Habib Abdul Qadir di Youtube Maman Imanulhaq,” tutup KH Maman. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here