Shalat Tarawih Terlama di Magetan sampai 8 Jam dengan Bacaan 30 Juz Al-Qur’an

498

Magetan, Muslim Obsession – Jika ada shalat tarawih tercepat di Blitar, Jawa Timur yang hanya 8 menit untuk 23 rakaat, maka ada juga shalat tarawih ter lama, yakni lebih dari 8 jam dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an katam dalam waktu satu malam.

Shalat tarawih ini digelar oleh ratusan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, sejak 12 tahun silam, dimana kini pesertanya semakin bertambah setiap tahunnya.

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Ustadz Barlei Musaddad mengatakan pada tahun 2023 kemarin ada 10 kelompok shalat tarawih 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 30 juz, kini bertambah 2 kelompok lagi, jadi total ada 12 kelompok yang dilakukan di sejumlah masjid di dalam lingkungan pondok.

“Setiap tahun bertambah ya, tahun kemarin itu ada 10 kelompok sekarang ada 12 kelompok shalat tarawih, ada yang 1 juz, 5 juz 10 juz dan 30 juz Al-Qur’an,” kata Barlei di Ponpes Al-Fatah Temboro, Sabtu (16/3).

Pelaksanaanya pun tak hanya dilakukan di satu masjid namun tersebar di sejumlah masjid di dalam lingkungan pondok pesantren, menyusul Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan ini memiliki lebih dari 22 ribu santri dan santriwati, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dikatakan shalat tarawih terlama hingga 8 jam lebih ini karena dalam pelaksanaanya, shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an katam dalam satu malam ini dipimpin oleh 6 orang imam secara bergantian.

Dimana setiap imam membacakan hafalan 5 juz Al-Qur’an. Shalat tarawih ini dimulai sejak habis sholat Isya hingga raka’at terakhir pada pukul 03.00 WIB atau menjelang sahur.

“Sekarang kita bikin 6 orang imam, dimana setiap imam membacakan hafalan 5 juz Al-Qur’an, sehingga 6 orang 30 Juz pas dalam satu malam,” imbuhnya.

Tak hanya kelompok shalat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an, namun para santri Temboro ini juga menggelar kelompok shalat tarawih dengan bacaan 1 juz, 5 juz hingga 10 juz Al-Qur’an, sehingga para santri tidak diwajibkan mengikuti tarawih kelompok 30 juz Al-Qur’an, mereka bisa memilih kelompok mana sesuai kemampuan masing-masing.

Bahkan tahun ini, pihak Ponpes mendatangkan guru besar pengajar Al-Qur’an di Masjidil Haram Mekkah, Syaikh Abdu Dzohir Abu Shoqer Al-Mansawi sebagai Imam Shalat tarawih khusus untuk kelompok bacaan 1 juz Al-Qur’an. Harapannya agar para santri bisa belajar Al-Qur’an langsung dari pengajar dari Makkah.

“Tidak ada paksaan dalam sholat tarawih ini, ada banyak pilihan ya, boleh ikut 1 juz, boleh 5 juz, bahkan sekarang ada jemaah khusus untuk anak-anak SMA dari luar pondok yang ikut program pondok kilat itu hanya surat-surat pendek saja,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here