Seorang Muslimah Inggris Menangis Disebut “Teroris” di Kereta

209

Muslim Obsession – Seorang Muslimah berusia 21 tahun menangis setelah disebut sebagai “teroris”, “pembom”, selama serangan Islamofobia di sebuah kereta api di Inggris.

Wanita berinisial GD itu mengalami pelecehan rasial saat berada di Great Western Railway dari Bath Spa ke London Paddington pada 16 Oktober 2021.

Kejadian bermula ketika GD, bersama temannya yang baru pulang dari perjalanan sehari, bertanya kepada seorang penumpang kereta apakah dia bisa duduk di kursi di dekatnya.

Tetapi pria yang identitasnya tidak diungkapkan segera menjawab dengan kasar, “Tidak, Anda tidak bisa duduk di sini kecuali Anda memiliki bom di tubuh Anda.”

GD mengklaim bahwa pria itu mengatakan komentar itu dengan keras ketika kereta dalam keadaan diam, membuat semua orang di dalam kereta mendengar pelecehan itu juga.

Dikutip dari The Islamic Information, Kamis (11/11/2021) teman GD yang tidak terima temannya dilecehkan, kemudian bertanya kepada pria tersebut tentang pelecehan tersebut.

Namun, pria itu hanya menjawab bahwa “itu lelucon.” Mereka dengan cepat menjawab bahwa itu bukan lelucon.

Alih-alih berhenti dan meminta maaf, pria itu menjawab, “oh, Anda mungkin meledakkan kereta juga.”

Gd menambahkan bahwa saat itu, dia dan teman-temannya ketakutan. Mereka takut pria itu akan melakukan kekerasan, meskipun dia mundur lagi setelah itu, tampak seolah-olah dia di bawah pengaruh alkohol.

GD dan kawan-kawan juga menyayangkan sikap penumpang kereta api lainnya saat kejadian itu terjadi, dimana dua penumpang laki-laki menertawakan kekerasan tersebut sedangkan penumpang lainnya diam seolah membenarkan perbuatan laki-laki tersebut.

Teman-teman GD menambahkan bahwa jika mereka merasa apa yang dia lakukan salah, mereka harus mengatakan sesuatu, tetapi diam mereka memperkuat gagasan bahwa mereka setuju dengan itu.

Bahkan setelah menjelaskan situasinya kepada kondektur kereta GWR, GD hanya mendapat respon dingin. Kondektur hanya berbicara dengan pria itu dan membiarkannya turun dari kereta sambil meminta GD untuk memaafkannya karena dia mabuk.

GD yang percaya dirinya dilecehkan saat berhijab, mengkhawatirkan keselamatannya di transportasi umum.

Akhirnya, teman GD melaporkan kejadian tersebut ke British Transport Police (BPT) dengan memberikan keterangan saksi, gambar, dan video di hari yang sama.

Formulir pengaduan mengenai insiden tersebut juga telah diserahkan ke Great Western Railway pada 18 Oktober 2021.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here