Sebut Wayang Haram, Instagram Khalid Basalamah Dihujani Cibiran Netizen

566

Jakarta, Muslim Obsession – Pendakwah Khalid Basalamah menjadi sorotan karena video isi ceramahnya yang menyebut wayang adalah sesuatu yang tidak boleh dilestarikan dalam Islam. Karena alasan bertentangan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Ucapan Khalid yang keras atas wayang itu, kemudian menjadi berbincangan masyarakat. Bahkan akun Instagramnya mendadak dihujani cibiran dari netizen. Meski dalam akunya itu tidak ada video atau konten yang menyingung soal wayang karena tidak diupload di medsosnya.

Namun, usai video lamanya soal wayang viral kembali, netizen justru bereaksi dan menanyakan maksud pernyataannya agar wayang sebagai hasil budaya Indonesia dihancurkan.

“Agama Islam besar di Indonesia karena budaya salah satunya lewat wayang…Jangan hancurkan budaya bangsa Indonesia mengatasnamakan agama,” tulis @yogie***.

“Dulu Islam masuk ke Indonesia dengan cara kesenian seperti wayang karena untuk menarik hati masyarakat Nusantara, dan kenapa kebudayaan itu dianggap haram dan untuk ditinggalkan ustadz akhir zaman?” tulis @lakon***.

Dikutip dari kanal Youtube Yarif TV pada 11 April 2020, Khalid mendapatkan pertanyaan dari seorang jamaah yang dibacanya saat ceramah. “Saya orang Jawa dan saya suka perwayangan. Apakah wayang dilarang dan bagaimana tobat profesi dalang?”

Khalid Basalamah kemudian menjawab pertanyaan itu. “Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap tradisi budaya, dan semua suku di Indonesia. Kita harus sadar bahwa kita muslim. Dan muslim ini dipandu oleh agama. Makanya caranya adalah, harusnya Islam dijadikan tradisi dan budaya. Jangan dibalik, tradisi budaya diislamkan. Mengislamkan budaya itu repot karena budaya itu banyak sekali. Standar mana yang harus dipegangi. Mengapa dilakukan sementara itu dilarang. Harusnya kita tinggalkan,” katanya.

Pernyataan Khalid Basalamah ini sebenarnya sudah dibantah oleh Buya Yahya di kanal Youtubenya, Al Bahjah TV pada 11 November 2020. Ia menjawab pertanyaan jamaah melalui telepon.

“Sebelum ada Islam di Indonesia, sudah ada wayang. Lalu para Wali Songo ini ingin membawa wayang sebagai sarana untuk berdakwah. Pada saat itu, wayang adalah budaya yang bisa mengumpulkan orang, makanya para wali masuk lewat wayang,” katanya.

Dalam pandangan Buya Yahya, wayang sudah mengalami perubahan cerita. “Kisah siriknya dihilangkan, lalu masuklah kisah Punakawan itu menghilangkan kesirikan. Ini tokoh Punakawan yang tidak pernah ada sebelumnya. Mereka cerdas dalam mengislamkan budaya. Patung itu dipenyet jadi wayang kulit,” katanya. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here