Saudi Izinkan Pesawat Israel Melintas Bebas di Wilayah Negaranya

82

Jakarta, Muslim Obsession – Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) membuka wilayah udara negara kerajaan bagi semua maskapai penerbangan yang dianggap telah memenuhi syarat, termasuk maskapai Israel.

“GACA mengumumkan keputusan membuka seluruh wilayah udara Kerajaan bagi semua maskapai penerbangan yang memenuhi syarat terbang di atas Saudi,” ucap GACA melalui pernyataan di Twitter pada Jumat (15/7).

“Keputusan ini untuk melengkapi upaya yang bertujuan mengkonsolidasikan posisi Kerajaan Saudi sebagai hub global yang menghubungkan tiga benua dan untuk meningkatkan konektivitas udara internasional,” papar lembaga itu menambahkan seperti dikutip AFP.

Keputusan ini diumumkan di saat Presiden Amerika Serikat Joe Biden tengah melakukan lawatan ke Timur Tengah. Sejumlah pihak meyakini salah satu tujuan utama Biden melawat Israel lalu Arab Saudi pada hari ini adalah demi mendorong kedua negara rujuk dan menormalisasi hubungan.

Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Saudi memang akan segera mengizinkan penerbangan tanpa batas di wilayahnya bagi maskapai Israel. Riyadh juga mengizinkan penerbangan charter langsung dari Israel bagi umat Muslim yang akan beribadah haji.

Sebelumnya, Saudi telah mengizinkan maskapai penerbangan Israel terbang di atas wilayahnya melalui koridor udara khusus untuk penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab serta Bahrain. Izin itu berlaku setelah penandatanganan Kesepakatan Abraham soal normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan Bahran dan Uni Emirat Arab pada 2020 lalu.

Namun, maskapai Israel belum menerima izin terbang dari dan menuju negara Asia melalui wilayah udara Saudi.

Dengan keputusan terbaru Saudi ini, sejumlah pihak menilai relasi antara Riyadh dan Tel Aviv pun semakin terlihat jelas. Padahal, kedua negara masih belum memiliki hubungan diplomatik resmi imbas konflik Israel-Palestina.

Uri Sirkis, CEO Israir, mengatakan kepada stasiun radio Tel Aviv 103FM tentang prospek perluasan koridor penerbangan dari Saudi.

“Rute menuju timur Israel akan dipersingkat rata-rata dua jam. Ini akan menjadi era baru yang akan membawa Asia lebih dekat ke Israel,” papar Sirkis.

AS telah lama berharap agar Israel lebih diterima lagi oleh negara-negara Arab di kawasan. Sebab, Israel dan Arab Saudi menjadi dua sekutu utama Negeri Paman Sam di Timur Tengah.

Sesaat setelah mendarat di Israel, Biden berjanji dukungan kuat bagi Israel, sekutu lama AS di Timur Tengah untuk lebih dilibatkan dalam geopolitik dan kerja sama di kawasan, terutama dengan negara Arab.

“Kami akan terus memajukan integrasi Israel di kawasan Timur Tengah,” kata Biden di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv pada Rabu malam. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here