Rombongan Mahasiswa S3 UMJ Aman, Ketum Parmusi Sudah Tinggalkan Turki

414
Gempa terjadi di selatan Turki (prov Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye) pada pukul 04.17 (08.17 wib). Pusat gempa di provinsi Kahramanmaras (+/- 600 km sebelah tenggara Ankara). Disusul 2 gempa lanjutan M 6,4 dan M 6,5 di Prov Gaziantep (+/- 700 km sebelah tenggara Ankara).

Jakarta, Muslim Obsession – Rombongan mahasiswa program doktoral Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang tengah melakukan edutrip di Turki dikabarkan dalam kondisi aman seluruhnya dari gempa karena posisi mereka jauh dari lokasi pusat gempa.

Posisi rombongan Edutrip S3 UMJ saat terjadi gempa berada di Cappadocia setelah singgah bersilaturahim di KBRI Ankara.

Rombongan mulai berangkat tanggal 30 Januari hingga 7 Februari dipimpin Kaprodi MPI-UMJ, Dr. Saiful Bahri Lc, M.Ag didampingi dua Guru Besar, yakni Prof. Dr. Masyitoh, M.Ag dan Prof. Dr. Herwina Bahar, M.Ag.

Hal tersebut dipastikan oleh salah seorang mahasiswa, Usamah Hisyam, yang juga Ketua Umum Parmusi.

“Insya Allah semua rombongan dalam kondisi aman. Mereka besok (Selasa, 7/2) meninggalkan Istambul kembali ke Jakarta,” ungkap Usamah, yang ternyata sudah meninggalkan Turki sejak Jumat (3/02) siang setelah mengikuti Seminar Internasional di Sekolah Pascasarjana Ibnu Haldun University (IHU) di komplex Sulaimaniyah Istambul.

Seperti diberitakan, gempa dahsyat 7,8 SR mengguncang Turki dan Suriah hingga menewaskan lebih dari 1.200 warga di kedua negara tersebut. Gempa terjadi Ahad (5/2) dini hari, dimana selisih waktu Turki dengan Indonesia sekitar 6 jam lebih cepat.

Gempa bumi terjadi di selatan Turki (Prov Kahramanmaras, Gaziantep, Osmaniye) pada pukul 04.17 (08.17 WIB). Pusat gempa di provinsi Kahramanmaras (+/- 600 km sebelah tenggara Ankara). Disusul 2 gempa lanjutan M 6,4 dan M 6,5 di Prov Gaziantep (+/- 700 km sebelah tenggara Ankara).

Di Turki, sampai saat ini dilaporkan ada 51 korban jiwa, ratusan terluka, dan sejumlah bangunan yang runtuh dan rusak berat, akibat ketiga gempa.

Sementara itu KBRI Ankara telah berkoordinasi dengan otoritas lokal di daerah tersebut, Satgas Perlindungan WNI dan PPI di sekitar lokasi.

Sejumlah WNI di Kahramanmaras harus meninggalkan apartemen karena mengalami kerusakan parah. KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat.

Dikabarkan bahwa sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Hanya terdapat 3 orang WNI mengalami luka, 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay. Ketiganya saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.

KBRI Ankara akan terus berkoordinasi dengan otoritas lokal, Satgas Perlindungan WNI serta masyarakat Indonesia di wilayah terdampak .

Saat ini terdapat sekitar 6.500 WNI yang terdata tinggal di seluruh Turki. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 500 orang tinggal di area gempa dan sekitarnya. Sebagian besar berstatus pelajar dan mahasiswa dan sebagian lainnya adalah WNI yang menikah dengan warga setempat serta pekerja di organisasi internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, KBRI Ankara menyediakan layanan Hotline di nomor +90 532 135 22 98.

Presiden Erdogan telah berkomunikasi dengan Gubernut Kahramanmaras seraya menyampaikan pesan duka bagi masyarakat terdampak. Erdogan juga menyampaikan bahwa pemerintah Turki telah mengerahkan tim SAR dari seluruh Turki.

Sementara itu, Mendagri Suleyman Soylu menyampaikan bahwa prioritas saat ini adalah penyelamatan korban yang terjebak di reruntuhan dan bantuan darurat masyarakat terdampak.

Mengingat kerusakan yang sangat subtansial, diperkirakan jumlah korban jiwa akan terus bertambah. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here