Ridwan Kamil Sebut Beri Bantuan Rp 1 Triliun untuk Warga NU

59
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bandung, Muslim Obsession – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim dirinya mengalokasikan anggaran Rp1 triliun untuk warga NU. Namun apa yang disampaikan Ridwan diprotes dari PWNU Jabar yang dianggap tak benar.

Ridwan Kamil kemudian diminta mengklarifikasi pernyataannya yang dilontarkan pada Mukerwil PWNU di Purwakarta pada 17 Desember 2022.

Ridwan Kamil kemudian menjelaskan lagi soal klaim bantuan ke NU Rp 1 triliun tersebut. Ia mengatakan, permasalah itu sudah selesai karena hanya tentang pendetailan anggaran yang memang akan ia sampaikan jika diminta untuk dijelaskan secara rinci.

“Ya itu mah hanya masalah pendetailan saja, sudah enggak ada masalah. Jadi faktanya begitu, hanya penjelasan perincian. Seorang saya tidak mungkin menyampaikan tanpa data, gitu aja,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu (28/12).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyatakan, bantuan untuk NU sebesar Rp 1 triliun lebih merupakan bentuk kecintaannya kepada Kaum Nahdliyin (sebutan untuk warga NU).

Sebagai gubernur, ia memastikan bersikap transparan karena uang Pemprov Jabar digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik.

“Itu lah kecintaan saya kepada Kaum Nahdliyin, sebanyak itulah, sebesar itulah kecintaan saya kepada Kaum Nahdliyin. Hanya karena butuh penjelasan ya tinggal dijelaskan. Kedua, seorang gubernur itu harus transparan. Karena ini uang rakyat yang kembali ke rakyat,” ungkapnya.

“Jadi kalau ditanya, sesuai Undang-undang Informasi Publik, ya akan dijelaskan. Tapi kalau tidak ditanya, ya tidak perlu disampaikan karena ada hal-hal yang menyangkut institusi atau nama-nama penerima hibah pembangunan. Jadi sebetulnya sederhana,” tuturnya menambahkan.

Ia pun berencana akan bertemu dengan para pengurus PWNU Jabar untuk menyampaikan rincian bantuan anggaran Rp 1 triliun lebih untuk NU selama menjabat sebagai gubernur. Sebelum mengakhiri pernyataannya, Kang Emil pun meminta supaya masalah ini tidak dibesar-besarkan lagi.

“Jadi, besok saya akan ketemu memberikan perincian. Udah selesai itu saja. Ya jangan terlalu dibesar-besarkan yah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PWNU Jawa Barat melayangkan protes ke Gubernur Ridwan Kamil mengenai pernyataannya tentang anggaran Rp 1 triliun lebih untuk bantuan ke elemen NU di Jabar. PWNU meminta Ridwan Kamil untuk mengklarifikasi pernyataannya tersebut.

Protes PWNU Jabar dilayangkan melalui surat Permohonan dan Undangan Klarifikasi kepada Ridwan Kamil untuk bisa bertemu langsung dengan pengurus PWNU di kantornya Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung. PWNU Jabar menginginkan dia datang langsung dan mengklarifikasi ucapannya tersebut.

Dalam surat permohonan yang dilayangkan PWNU Jawa Barat sebagaimana dilihat detikJabar, Ridwan Kamil diminta hadir hari ini ke kantor PWNU, Selasa (27/12/2022).

Pernyataannya pada 17 Desember 2022 saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta tentang bantuan Rp 1 triliun lebih, dianggap telah menimbulkan polemik dan tanggapan yang beragam di lingkungan PWNU maupun PCNU se-Jabar.

“Dalam upaya meluruskan persepsi terkait dengan hal tersebut, kami Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, dengan ini mengundang Bapak Gubernur untuk menjelaskan secara utuh perihal bantuan anggaran dimaksud, agar menjadi terang benderang dan tidak ada tafsir yang berbeda dalam menyikapi pernyataan Bapak Gubernur pada acara MUKERWIL PWNU Jabar di Purwakarta,” demikian isi penggalan surat PWNU Jabar kepada Ridwan Kamil tersebut.

Surat permohonan itu salah satunya ditandatangani Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhamad. Saat dikonfirmasi detikJabar, Juhadi membenarkan tentang surat permohonan ini, namun Ridwan Kamil batal datang ke kantor PWNU Jabar untuk memberikan klarifikasi seperti yang diminta para pengurus.

“Ya betul. Hari ini, tadi, hadir perwakilannya. Salah satunya Karo (Kepala Biro) Yansos (Pelayanan dan Pengembangan Sosial, kini menjadi Biro Kesejahteraan Rakyat atau Kesra Setda Jabar). Pak Gubernur tidak datang karena ada kegiatan dengan Presiden,” kata Juhadi via telepon. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here