Resahkan Warga, Ini Reaksi MUI Jabar Soal Maraknya Perang Sarung

61

Muslim Obsession – Petugas keamanan kini disibukan dengan aksi perang sarung yang marak di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar). Aksi ini berbahaya. Sebab, sebagian pelaku perang sarung juga menambahkan ‘senjata’.

Pelaku perang sarung menambahkan alat berbahaya, seperti batu dan lainnya. Batu ini dimasukkan ke dalam sarung. Kemudian, sarung tersebut digunakan untuk senjata perang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar secara tegas melarang aksi perang sarung. Sebab, MUI menilai aksi perang sarung melenceng dari nilai-nilai Ramadhan.

“Memang itu semacam permainan, tapi jangan sampai berlebihan. Apalagi sampai menimbulkan korban. Maka dari itu hindarilah,” kata Ketua MUI Jabar KH Rachmat Syafei, dikutip dari mui.or.id., Senin (18/4/2022).

Rachmat mengatakan, bulan Ramadhan sejatinya harus diisi dengan kegiatan positif. Sebab, Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan pengampunan. Sehingga, sangat disayangkan ketika dicederai kegiatan yang mencelakai orang lain, salah satunya perang sarung.

“Sarung diisi batu itu perbuatan yang sangat menyimpang. Ini bisa menganiaya orang lain. Sangat dilarang. Kami tegas melarang perbuatan seperti itu,” ucap Rachmat.

Seperti diberitakan sebelumya, aksi perang sarung ini marak terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Cianjur. Puluhan bocah terlibat aksi perang sarung di Jalan Raya Cianjur-Bandung, tepatnya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Warga mengaku resah dengan aksi tersebut, sebab sarung yang digunakan para bocah itu berisikan batu. Informasi yang dihimpun, puluhan remaja yang terbagi dalam dua kelompok itu saling berkumpul di dua lokasi yang berdekatan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here