Relawan Indonesia Kirim Ratusan Hewan Kurban untuk Pengungsi Somalia

88

Muslim Obsession – Bertepatan pada perayaan hari raya Idul Adha 1443 H, relawan kemanusiaan dari Indonesia Eko Sulistio mendatangi pengungsi Somalia, Afrika yang berada di kamp-kamp Pengungsian Mogadishu.

Eko sengaja datang ke Somalia pada lebaran Idul Adha karena banyan saudara muslim di sana yang hidup kelaparan dan kekeringan. Jutaan warga Somalia hidup miskin dan kelaparan. Karena itu, pada moment lebaran Idul Adha, ia ingin membagikan hewan kurban.

“Banyak umat Muslim di sini yang juga bernasib sama, mereka hidup dalam kelaparan dan kekeringan yang tak kunjung berakhir. Apalagi pada saat Idul Adha, mereka tidak makan daging kalau tidak ada bantuan hewan kurban di sini, karena buat makan saja mereka mengandalkan bantuan dari negara donor,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7).

Mengingat kondisi para pengungsi yang kian memburuk, pada Idul Adha tahun ini, pihaknya mengirimkan ratusan hewan kurban untuk disembelih. Ia menyebut ada 200 sapi, 10 ekor unta dan 500 ekor kambing, yang diberikan untuk para pengungsi Somalia.

“Di program hewan kurban ini kita berikan
bantuan untuk ±1500 kepala keluarga, di kamp oengungsian Al durdur Distrik Garisballe Provinsi Mogadishu, Somalia, dan Kamp Libante Distrik Mogadishu,” ucapnya.

Selain itu, di sana Eko turut mendistribukan ribuan paket makanan sembako, alat kesehatan, obat-obatan, pembersih diri, dan alat pelindung diri untuk ribuan para pengungsi. Bantuan tersebut datang dari masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui lembaga kemanusian.

Di antaranya, ada DT Peduli, Infaqu Indonesia, Al Ummahat Bekasi. Kemudian titipan dari Lembaga Kemanusian Malaysia dan Komunitas Muslim Australia, serta bantuan dari masyarakat Indonesia yang bersifat pribadi.

Adapun bantuan yang diberikan yakni, beras 15 ton, tepung terigu 15 ton, gula 15 ton, garam & bumbu dapur 8 ton, biscuits 1500 pack, coklat 1500 pack, keju 1500 pack, susu bubuk 800 pack,

“Kita juga memberikan paket higienis kit berupa sabun mandi, sabun cuci, shampoo, sikat gigi dan pasta gigi sebanyak 1500 paket untuk 1500 kepala keluarga di kamp Pengungsian Nasrullah Distrik Garisballe, Mogadishu Somalia,” terang Eko.

Eko sudah berada di Somalia dari awal Juli sampai Agustus. Ia berada Mogadishu, Somalia. Berdasarkan data dari PBB, Eko menyebut kamp-kampa pengungsi di Somalia kondisinya paling buruk di dunia, karena berlangsung lebih dari 20 tahun.

“Di kamp-kamp pengungsi tidak ada listrik, tidak ada air bersih, tidak ada bahan pangan, minim fasilitas kesehatan. Kamp pengungsian yang terbuat dari terpal juga sudah rusak parah. Mereka juga tidak mendapat hak pendidikan, dan mayoritas anak-anak di sana gizi buruk,” terangnya.

Adapun kondisi di sana, Eko menyebut keamanan belum stabil karena konflik perang saudara yang berlangsung selama 30 tahun. Pembangunan pun menjadi lambat. Di Somalia sangat jarang ada hujan, bencana kekeringan kerap terjadi.

“Bantuan ke sana saat ini sangat minim, karena bantuan dialihkan ke Ukraina akibat perang dengan Rusia,” kata Eko.

Beberapa kendala selain keamanan, banyak juga cek poin, sehingga menghambat proses distribusi. Somalia menjadi negara dengan bencana kekeringan dan kelaparan terparah, serta tempat pengungsiannya pun terburuk di dunia, tidak layak huni. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here