Relawan Indonesia Distribusikan Ribuan Bahan Makanan untuk Korban Banjir Bandang Pakistan

235
Relawan Indonesia Eko Sulistio memberikan bantuan kepada korban banjir bandang Pakistan. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, Muslim Obsession – Banjir bandang di Provinsi Balochistan Pakistan telah membuat ribuan nyawa menghilang, dan puluhan ribu orang lainnya mengalami luka-luka. Hal inilah yang membuat masyarakat dunia tergetar hatinya untuk datang ke Pakistan guna memberikan bantuan kemanusiaan.

Tak terkecuali relawan dari Indonesia Eko Sulistio yang sudah lebih dari dua minggu berada di Pakistan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari banjir bandang akibat hujan monsun di selatan dan barat daya Pakistan serta pencairan gletser di bagian utara.

Baca juga: Bantu Pengungsi Palestina dan Suriah, Eko Sulistio Temui Imam Besar Istiqlal

Baca juga: Relawan Indonesia Distribusikan 10 Sapi dan 20 Ekor Daging Kambing untuk Rohingya

Sejak peristiwa tragis itu terjadi pada 29 Agustus 2022, hingga saat ini kondisinya kata Eko masih memprihatinkan. Ratusan ribu orang terlantar dan sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, tempat tinggal, air minum bersih, toilet, dan obat-obatan.

“Hampir 70 persen wilayah Pakistan terkena dampak dari adanya banjir bandang ini, bisa bayangkan bagaimana dahsyatnya bencana ini, dari sisi korban jiwa saja mencapai ribuan, dan puluhan ribu korban luka-luka, bangunan rusak hanyut tersapu air,” ujar Eko dalam laporannya yang diterima redaksi, pada Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Jutaan Rakyat Somalia Alami Kelaparan, Relawan Indonesia Pun Kirim Bantuan 

Baca juga: Ada 4,4 Juta Pengungsi Palestina di Jordania, Rakyat Indonesia Kirim Bantuan

Dengan kondisi seperti ini, Eko terus perpindah-pindah tempat dalam menyalurkan bantuan karena wilayah kerusakannya sangat luas. “Jadi saya berpindah-pindah dari Islambad pindah ke Utara Pakistan yaitu Distrik SWAT dari Distrik SWAT pindah ke Balochistan lalu ke Karachi dan lain-lain,” ujar Eko.

Adapun bantuan yang diberikan berupa beras 15 ton, tepung terigu 15 ton, gula 5 ton, garam dan bumbu dapur 8 ton, biskuit 1500 pack, coklat 1500 pack, keju 1500 pack, susu bubuk 800 pack, air bersih 50 truck tangki. Bantuan tersebut untuk kurang lebih 1000 kepala keluarga.

Tidak hanya itu, Eko juga memberikan bantuan temporary shelter atau tenda darurat sebanyak 200 unit. “Kita juga memberikan paket higienis Kit berupa : sabun mandi, sabun cuci, shampo, sikat gigi dan pasta gigi sebanyak 1500 paket untuk 1500 KK,” terang Eko.

Bantuan tersebut kata Eko datang dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui DT Peduli, Al Ummahat Bekasi, Yayasan Al Furqon Magelang, titipan personal dari Malaysia, Brunei, Komunitas Muslim Australia, dan bantuan rakyat Indonesia yang sifatnya pribadi.

Kondisi Pasca Bencana

Eko menuturkan, hingga saat ini curah hujan masih cukup tinggi di Pakistan, sehingga membuat warga merasa was-was atau trauma. Dengan banyaknya korban jiwa yang mencapai 1500 ribu orang, dan korban luka 90.000 orang, serta kerusakan material yang parah, bantuan di Pakistan masih tergolong minim.

“Ini karena banyak bantuan dunia masih dipusatkan ke Ukraina karena adanya perang di sana. Jadi di sini masih sangat minim bantuan, tidak sebanding dengan korban dan kerusakan yang ditimbulkan,” ucapnya.

Kendala lain, banyak jalan rusak parah akibat banjir sehingga menyulitkan distribusi bantuan. Juga banyaknya cek poit menyusul banyaknya pengungsi dari Afghanistan yang dilanda konflik. Penanganan bencana di sini juga bisa dikatakan lambat, alat berat yang disediakan sangat sedikit.

“Masih banyak korban hilang yang belum ditemukan, warga juga sudah mulai terkena penyakit menular, gatal-gatal, demam dll. Mereka banyak tinggal di tenda-tenda yang terbuat dari kain-kain bekas yang disambung-sambung,” jelasnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here