Gelombang Pertama Jamaah Haji Berangkat ke Madinah

Gelombang Pertama Jamaah Haji Berangkat ke Madinah

Jakarta, Muslim Obsession –Kementerian Agama telah memulai operasional penyelenggaraan Ibadah Haji sejak Ahad (12/5/2024) bertepatan dengan pelepasan Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia.

Hari ini, Senin (13/5/2024), jamaah haji Indonesia gelombang pertama, secara bertahap mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari sejumlah embarkasi dan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi/Pengendali Teknis Media Center Haji, Akhmad Fauzin, mengatakan bahwa tahun ini Indonesia mendapat 241.000 kuota, terdiri atas 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 jamaah haji khusus.

“Jamaah haji reguler terbagi dalam 554 kloter yang akan diberangkatkan secara bertahap dalam 2 gelombang. Gelombang pertama, jamaah haji akan tinggal terlebih dahulu di Madinah, selama sekitar sembilan hari sebelum menjalani puncak haji di Makkah. Gelombang kedua, jamaah haji akan langsung diberangkatkan ke Makkah untuk menjalani puncak haji, lalu ke Madinah,”terangnya dalam konferesi pers di Jakarta, Senin (13/5/2024).

Menurutnya, pemberangkatan gelombang pertama berlangsung dari 11 Mei 2024 sampai 23 Mei 2024. Pemberangkatan gelombang kedua berlangsung dari 24 Mei 2024 sampai 10 Juni 2024.

Berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi pada pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat, imbuh Fauzin, jamaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 4.500 orang yang terbagi dalam 11 kelompok terbang.

“Dan hari ini, terdapat 23 kloter, dengan 9.070 jamaah haji, akan diterbangkan ke Madinah,”ujar Fauzin.

Ia juga mengingatkan kembali bahwa hanya visa haji yang bisa digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. oleh karenanya masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dan tertipu oleh tawaran berhaji dengan visa ummal (pekerja), ziarah (turis), atau bahkan tawaran dengan sebutan visa petugas haji.

Menurutnya, visa haji diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU). Pasal 18 UU PIHU mengatur bahwa visa haji Indonesia terdiri atas visa haji kuota Indonesia, dan visa haji mujamalah undangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Visa kuota haji Indonesia terbagi dua, haji reguler yang diselenggarakan pemerintah dan haji khusus yang diselenggarakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK),”ungkap Fauzin. (M. Lubis)