NU dan Muhammadiyah Luncurkan Buku Geliat Dakwah Islam di Australia

NU dan Muhammadiyah Luncurkan Buku Geliat Dakwah Islam di Australia

Jakarta, Muslim Obsession - Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) berkolaborasi dengan Muhammadiyah New South Wales, Australia dalam peluncuran buku yang diselenggarakan di Lakemba Senior Citizen, Sydney, Sabtu (27/4/2024) lalu.

Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand (PCINU ANZ) meluncurkan buku berjudul Dari Denyut ke Pijar: Lentera Dakwah NU di Negeri Kanguru yang ditulis oleh Pengurus PCINU ANZ bekerja sama dengan Lembaga Dakwah NU yang mengirimkan para dai untuk melakukan safari dakwah selama Ramadan 1445 H di Australia dan New Zealand.

Sementara itu, Pengurus Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales menerbitkan buku yang berjudul Ramadhan in Sydney karya Izza Rahman. Peluncuran dua buku ini diadakan bersamaan dengan momen Halal Bihalal Akbar komunitas Muslim Indonesia di Sydney.

Peluncuran buku tersebut dihadiri langsung oleh Emil Idad, Rais Syuriah PCINU ANZ, Verdi Buana Kurnia, Konsul Jenderal Indonesia di Sydney, dan perwakilan komunitas Indonesia di Sydney seperti Indonesia Diaspora Network (IDN), Iqro Foundation, CIDE, Minang Saiyo Sydney, Surau Sydney, dan Human Initiatives.

Dalam sambutannya, Konsul RI di Sydney, Verdi Buana Kurnia mengapresiasi kreativitas dari para pengurus NU dan Muhammadiyah di Australia dalam menulis buku. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting untuk melihat bagaimana Islam tumbuh dan dijalankan di Australia dari sudut pandang warga Indonesia di Australia.

Peluncuran buku dari NU dan Muhammadiyah ini mendapatkan sambutan positif dari Lembaga Dakwah PBNU. Dalam sambutannya melalui video, Nurul Badruttamam, Sekretaris LDNU, menyambut baik kerja sama peluncuran kedua buku tersebut sebagai bentuk kontribusi gagasan untuk dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin di Australia yang dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah.

Sementara itu, Hamim Jufri, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia juga mengapresiasi kerja sama peluncuran buku tersebut. Ia menyebutkan, kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat kerja sama NU dan Muhammadiyah dalam menyemarakkan dakwah Islam di Australia.

Buku Dari Denyut ke Pijar mengupas suasana kehidupan keislaman dan keberagaman di Australia. Buku ini digagas oleh pengurus LDNU dan PCINU ANZ sebagai sarana untuk membagikan pengalaman berislam dan ber-NU di tanah Australia. Penulisan buku ini dipersembahkan sebagai hadiah untuk warga Nahdiyin di Australia dan warga Muslim Indonesia di Australia untuk merasakan setiap denyut dakwah yang dilakukan NU.

Buku setebal 50 halaman ini ditulis oleh penulis dari berbagai latar belakang;warga NU yang sudah bermukim lama di Australia, para mahasiswa yang sudah atau sedang melanjutkan pendidikan di Australia, dan para dai yang menjalankan program safari dakwah Ramadan di Australia pada 2024 ini.

Buku ini mengupas bagaimana dakwah dan amaliyah NU dijalankan di Australia, salah satunya ditandai dengan berdirinya PCINU pertama kali pada tahun 2005 silam. Para penulis juga memberikan gambaran kehidupan multikultural Australia, misalnya kota Sydney yang seringkali disebut sebagai multicultural city and cultural melting pot dan bagaimana para warga NU menghadapi dinamika keberagaman tersebut.

Dua Dai LDNU yang berdakwah ke Australia dan New Zealand juga memberikan penjelasan bagaimana dakwah Islam menggeliat di tanah Australia. Kiai Aqib Malik yang berdakwah di Melbourne dan Canberra memberikan pengalamannya tentang kehidupan keislaman di Australia.

Di antaranya dia menyoroti kehidupan di Australia yang begitu tertib dan bersih, seperti parkiran masjid yang rapi, masjid yang kid friendly dan tenggang rasa yang tinggi terhadap tetangga. Kiai Aqib juga memuji kebersamaan umat Islam dari berbagai negara yang dirasakan selama bulan Ramadan menyebutnya sebagai "komunitas yang berbaur dan saling menyapa dan hidup bersama dalam damai".

Sementara itu, Madkur Damiri, dai LDNU yang berdakwah di Sydney, Auckland dan Wellington, menyebut bahwa umat Muslim di negara barat secara umum, termasuk Australia dan New Zealand, masih menghadapi persoalan dan tantangan dakwah yang hampir sama, yaitu kesalahpahaman orang barat terhadap Islam dan kesalahpahaman orang Islam terhadap barat.

Orang barat salah paham karena mengira Islam sebagai bagian dari teroris dan mengira Islam sebagai agama yang eksploitatif terhadap perempuan. Di sisi lain, orang Islam juga menganggap semua orang barat benci Islam karena faktor agama.

Madkur menggambarkan kesalahpahaman sebagai bentuk dari the clash of ignorant, benturan ketidaktahuan, karena mereka terperangkap dalam cakrawala pemikiran dan perspektif yang sempit.

Di sinilah, menurutnya, program safari Internasional Dai LDNU menemukan esensinya sebagai media penghubung antara Islam dan Barat.