Membangun Pilar Ekonomi Desa Madani Parmusi

Membangun Pilar Ekonomi Desa Madani Parmusi
Oleh: Muchlis Achmad (Ketua PD. Gowa – Sulsel) Secara sederhana membangun Pilar Ekonomi Desa Madani Parmusi sama saja dengan membangun pondasi sebuah bangunan yang terintegrasi dengan komponen-komponen lain. Baik atau tidaknya pondasi tergantung desainernya: apakah ia memiliki komitmen kuat mengembangkan hasil desainnya. Sama halnya dengan membangun Pilar Ekonomi Desa Madani Parmusi. Membangun Pilar Ekonomi Desa Madani Parmusi membutuhkan “komitmen yang kuat para Da’i Parmusi, dalam bingkai Dakwah Ilallah di berbagai daerah, baik di tingkat wilayah, Daerah, Cabang dan Desa Madani Parmusi. Dalam kaitan ini saya ingin meminjam sebuah kata bijak orang bugis “Resopa Temangngingi Nalettei Pamase Dewata” artinya : Hanya dengan kesungguhan dan kerja keras Rahmat Tuhan akan turun. Perspektif Ekonomi Islam Dalam perspektif Ekonomi Islam, Al-Quran mengajarkan banyak hal yang relevan dengan Ekonomi Desa Madani, antara lain: Pertama pada QS Alhasyr ayat 7, Allah swt berfirman yang artinya: “Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari harta yang berasal dari penduduk beberapa negeri, maka adalah untuk Allah, untuk Rasul-Nya, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar hanya pada orang-orang kaya saja dintara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya. Allah amat keras siksaan-Nya”. Ayat ini menjelaskan tentang pembagian harta rampasan paska Rasulullah saw memenangkan perang (perjanjian hudaibiyah), namun esensi yang dapat kita tangkap yaitu Pemerataan Kesejahteraan dan Keadilan Ekonomi bagi masyarakat di jaman itu. Kedua, pada QS Al-Jumu’ah ayat 10 Allah swt berfirman yang artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” Esensi ayat ini adalah mengajarkan kita tentang Kerja Keras mencari karunia Allah dan beribadah kepada-Nya agar beruntung. Ketiga, pada QS Al-Mulk ayat 15 Allah swt berfirman yang artinya: “Dia-lah yang menjadikan bumi serba berguna bagimu. Karena itu melawatlah ke segenap penjurunya. Dan makanlah rezeki yang telah diadakan-Nya untukmu. Dan satu hal yang wajib kamu yakini, ialah kamu akan dikembalikan kepada-Nya.” Maksudnya berusahalah, sebab dibumi itu sudah ada air untuk keperluan ternak, tanam-tanaman tak terkecuali untuk keperluan sendiri. Selain itu sudah ada pula jalan sebagai prasaranan perhubungan supaya kamu dapat melawat ke segenap perjuru dunia menggalakkan bidang usaha dan niaga. Sesudah berusaha dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan yang ada, namun kamu belum juga berhasil maka bertawakkallah kepada Allah. Bertawakkal kepada Allah bukan berarti menunggu takdir dan meninggalkan usaha, sebab langit tidak menurunkan emas dan perak. Nabi Saw bersabda: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sepenuhnya, maka Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Dia terbang untuk berusaha di waktu pagi dengan perut kosong, maka sorenya dia kembali dengan perut kenyang.” Kemandirian Ekonomi Desa Madani Sebagaimana diketahui bahwa penduduk Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan, bahkan di desa terpencil dan terluar. Dalam kontek Desa Madani, desa-desa tersebut menjadi sasaran utama Dakwah Ilallah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Hal ini tentu sejalan dengan maksud dari QS Alhasyr ayat 7 di atas yang mengandung arti perintah berbagi kepada kaum yang lemah, fakir miskin, anak yatim, orang dalam perjalanan dan sudah barang tentu termasuk Daerah tertinggal sebagaimana Desa Madani Parmusi dengan tujuan agar mereka memperoleh keadilan kesejahteraan dan keadilan ekonomi baik lahir maupun batin. Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat yang tinggal di desa-desa terpencil dan terluar, relatif masih kurang tersentuh oleh pembangunan. Kalaupun tersentuh hanya sebagian saja. Oleh karena itu Pilar Ekonomi yang menjadi salah satu pilar dari lima pilar Desa Madani yaitu pilar Imtaq, Penddikan, Sosial dan terakhir pilar politik yang ditetapkan Ketum Parmusi Bapak Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos dalam Piagam Makkah pada awal Maret 2024 yang lalu “perlu terus diupayakan” agar Desa Madani Parmusi yang tersebar di seluruh pelosok tanah air memiliki kemandirian ekonomi yang pada gilirannya menjadi sumber pembiayaan atas Dakwah Ilallah yang dijalankan oleh para Da’i Desa Madani Parmusi. Diharapkan, para Da’i dan Daiy’ah Parmusi yang berada digarda terdepan senantiasa memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap berbagai program yang kini sedang dikembangkan Parmusi antara lain Bisnis Center (PBC), Tibbun Nabawi, dan bahkan yang sedang gencar publikasi saat ini Pupuk Organik Cair Ribost oleh Ustadz Ir. Anding Sukiman (Ketua PW. Jawa Tengah). Butuh Langkah Nyata Bukan Slogan Dukungan bukan sekedar slogan atau wacana saja tetapi yang terpenting adalah langkah nyata. Apa yang sudah atau yang sedang dilakukan. Tentu dengan mempertimbangan potensi wilayah masing-masing. Misalnya Desa Madani Tonasa di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan sebagai wilayah penghasil hortikultura, kini sedang merintis kerjasama tanaman alpukat dengan PT. Haji Kalla, berikut kerjasama tanaman Ubi Jalar dan Terong antara Desa Madani Tamaona dengan Eksportir PT. Sangkar Mata di Kabupaten Bantaeng. Kerja sama semacam ini semestinya semakin intens dilakukan di daerah. Hal lain yang menarik adalah potensi Zakat, infaq dan sadaqah yang hingga hari ini belum optimal. Oleh karena itu upaya dan edukasi masyarakat harus terus dilakukan agar ummat muslimin dengan suka rela menyalurkan Zakatnya melalui Badan Amil Desa Madani Parmusi. Demikian pula dengan Wakaf, banyak orang ingin menyerahkan wakaf hartanya, tetapi kita belum benar-benar siap, disebabkan adanya prinsip kehati-hatian. Keseluruhan aspek di atas harus menjadi perhatian, dibarengi kerja keras dan berdoa kepada Allah swt agar dilancarkan segala urusan, karena bila tidak demikian maka rasanya sulit tercapai apa yang dicita-citakan sebagaimana diisyaratkan oleh QS Al-Jumu’ah ayat 10 dan QS Al-Mulk ayat 15. Kesimpulan Membangun Pilar Ekonomi berarti memperkuat Posisi Ummat Islam di Desa Madani Parmusi agar memiliki kemandirian ekonomi. Hanya dengan kerja keras kita dapat merubah tangan di bawah menjadi tangan di atas karena Nabi Saw. Bersabda “Tangan di atas lebih mulia dibanding tangan di bawah.” Kerseimbangan harus terus dijaga antara kerja keras dan ibadah kepada Allah swt agar menjadi orang sukses dan beruntung. Pilar Ekonomi, berdampak ganda bagi pilar imtaq, pendidikan, sosial dan politik karena semua pilar ini merupakan satu kesatuan dimana dalam perkembangannya akan saling mempengaruhi dan memperkuat antara satu dengan yang lainnya.