Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-169)

Para Rasul Dalam Peradaban (Seri-169)
Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah) 5) Himda Nama Himda muncul dari nubuwah Nabi Hagai kepada Bani Israel yang sedih ketika melihat reruntuhan Haekal Sulaiman dan Yerusalem yang akan mereka bangun kembali. Nubuwah tersebut terdapat pada Kitab Nabi Hagai 2:8-10, yaitu: “Dan, aku akan menggoncangkan semua bangsa dan Himda untuk semua bangsa ini akan datang, dan Aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan Pemilik Bait. Kepunyaan-Ku lah perak dan kepunyaan-Ku lah emas, firman Tuhan Pemilik Bait. Kemuliaan rumah terakhir-Ku akan lebih besar dari kemuliaan rumah pertama, firman Tuhan pemiliki rumah, dan ditempat ini Aku akan memberikan Syalom, kata Tuhan pemilik rumah”. Himda dalam penulisannya, terdiri dari tiga konsonan yaitu hmd, yang dapat dibaca Hamad, Hamid, Himda, Ahmad, yang kesemuanya mempunyai arti yang sama, yaitu “Yang Terpuji”. Kemuliaan Bait-Ku yang dapat dimaknakan agama-Ku, yang muncul terakhir yang dibawa oleh utusan terakhir akan lebih besar dari kemuliayaan Bait atau agama pertama yang dibawa Nabi Nabi sebelumnya. Nubuwah Nabi Hagai telah mengidentifikasi nama dengan jelas siapa nama Adon Nabi Dawud yang menjadi utusan terakhir tersebut yang kedatangannya adalah untuk semua bangsa. Dengan demikian nampak nyata nubuwah Nabi Hagai seperti mempertegas nubuwah Nabi Nabi sebelumnya yaitu nubuwah Nabi Ya’qub, Musa dan Dawud. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-168)6) Kedar di Gurun Paran Nabi Yesaya ketika menyampaikan nubuwahnya yang berupa puji pujian tentang penyelamatan, yang di informasikan pada Kitab Yesaya 42:11, yaitu “Baiklah padang gurun menyaringkan suara, dengan kota kotanya dan dengan desa desa yang didiami Kedar (Qaidar)! Baiklah bersorak sorai penduduk bukit batu, baiklah mereka berseru seru dari puncak gunung-gunung!”. Kedar atau Qaidar adalah anak kedua Nabi Ismael, yang keturunannya mendiami wilayah bukit bukit berbatu. Dari keturunan Qaidar ini sorak sorai atau kegembiraan atas turunnya risalah yang sempurna yang kemudian di syiarkan kepada seluruh bangsa. Dari Qaidar inilah pada masa jauh kemudian lahir Nabi Muhammad. 7) Ahmad sang Peryclitos (Penolong) Injil Barnabas pasal 97 mengkisahkan, suatu ketika para pejabat agama yahudi (Sanhedrin) bertanya kepada Nabi ‘Iysaa: “Bagaimana akan disebut Messiah itu, dan pertanda apakah yang akan membuka rahasia kedatangannya?”. Nabi ‘Iysaa kemudian menjawab:“ Nama dari Messiah itu adalah Ahmad, karena Allah sendiri yang memberinya nama itu, ketika Dia telah menciptakan ruhnya, dan menempatkannya dalam kemuliaan surgawi. Allah bersabda, tunggulah Ahmad, karena demi engkau, Aku berkehendak untuk menciptakan surga, dunia itu, dan sejumlah besar makhluk. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-167) Aku jadikan suatu hadiah kepadamu, akhirnya siapapun yang senang kepada engkau, akan diberkati, dan siapa saja yang mengkutuk engkau, akan dilaknat. Apabila Aku akan mengutus engkau sebagai Pesuruh-Ku, dari pertolongan (Ahmad) dan perkataanmu akan jadi benar, bahwa langit dan bumi akan hancur musnah, namun kepercayaanmu tak akan pernah bangkrut. Ahmad adalah nama pemberkatan-Nya”. Kemudian orang banyak menyahut dengan mengangkat tinggi suaranya, berkata: “Ooo Allah, utuslah kepada kami Pesuruh-Mu, ooo Ahmad, datanglah cepat cepat untuk keselamatan dunia”. Dalam suatu kesempatan yang lain, Injil Barnabas 208 mengkisahkan dialog para imam Sanhedrin dengan Nabi ‘Iysaa yang masih belum puas atas jawaban Nabi ‘Iysaa tentang siapa yang akan jadi messiah atau penolong (peryclitos). Nabi ‘Iysaa memberikan jawaban: BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-166) “Semangat dari Maha Mulianya Engkau, Ooo Allah, berkilau gemintang kepadaku dan aku tidak dapat tinggal membisu. Sungguh aku berkata, putera dari Ibrahim itu ialah Ismael, dari dia pasti diturunkan Messiah (Peryclitos atau Penolong) itu telah dijanjikan kepada Ibrahim, bahwa dengan dia semua bangsa di bumi diberkati”. Ketika mendengar jawaban itu, para imam Sanhedrin lalu bangkit marah, dan akan melempari batu Nabi ‘Iysaa. Dari Injil Barnabas tersebut terdapat beberapa sebutan untuk Ahmad, yaitu Messiah, Utusan, Pesuruh, Penolong (Peryclitos) atau Barnasya seperti yang dilihat Nabi Danil. QS. As-Shaff 6 menkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Yesus pada kaumnya di gilgal tersebut yaitu: “Dan (ingatlah) ketika ‘Iysaa putra Maryam berkata –Wahai Bani Israel. Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)-Namun ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata-Ini adalah sihir yang nyata-“. BERSAMBUNG