Sindir Megawati, UAS: Ibu Saya Hobinya Ikut Pengajian

Sindir Megawati, UAS: Ibu Saya Hobinya Ikut Pengajian

Jakarta, Muslim Obsession - Pernyataan ibu Megawati Soekarno Putri yang menyindir ibu-ibu doyan pergi ke acara pengajian mendapat perhatian masyarakat. Terutama kaum ibu-ibu yang memang kerap ikut pengajian.

Pada video yang viral di berbagai media sosial itu Megawati mengungkapkan, bahwa kenapa akhir-akhir ini banyak ibu-ibu yang suka ke pengajian.

"Saya ngeliat ibu-ibu tuh ya maaf ya, sekarang kayaknya budayanya beribu maaf, kenapa toh seneng banget ikut pengajian ya,” kata Megawati di The Opus Grand Ballroom, Jakarta.

“Maaf beribu-ribu maaf, saya sampe mikir gitu, iki pengajian ki sampai kapan toh yo, anake arep dikapakke (ini pengajian sampai kapan, anaknya mau diapain)?,” sambutnya sambil terheran-heran.

Menanggapi yang tengah viral di media sosial, Ustadz Abdul Somad pun akhirnya membeberkan cerita singkat ibu tercintanya yang ternyata termasuk ke dalam golongan ibu-ibu yang pergi ke masjelis taklim untuk mengikuti pengajian,

"’Ada namanya Guru Bedah,’ cerita Mak saya. Guru Bedah seorang Ustadzah perempuan yang diundang Syaikh Muhammad Ali (Syaikh Silau Laut) ke Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, khusus mengajar Fardhu Kifayah dan Fiqh perempuan kepada jamaah khusus perempuan,” tulisnya di akun sosial media @ustadzabdulsomad_official.

Lebih lanjut, dalam unggahannya tersebut UAS mengungkapkan jika saat keluarganya pindah ke daerah Kisaran, Asahan, Sumatra Utara, sang ibu tetap melanjutkan hobinya pergi ke tempat pengajian.

“(Beliau datang ke) Ustadz Abdurrahman Rifa'i, Ustadz Utsman Efendi Lc pimpinan Pesantren Daar al Uluum Kisaran. ‘Sejuk hatiku mendengar pengajian mereka,’ cerita Mak sambil menyebut nama-nama Ustadznya, ku ingat sampai sekarang,” tulisnya lagi.

UAS menceritakan sang ibu merasa begitu sejuk hatinya saat datang ke majelis taklim. Menariknya, selain doyan pergi ke tempat pengajian untuk mengikuti majelis taklim, ibu Ustaz Abdul Somad juga sering mengundang makan para guru yang memberikannya tausiyah ke kampung-kampung.

“Salah satunya Ustadz Suherman Siregar, beliaulah yang menyelamatkan pendidikan saya ke Madrasah Nurul Falah Air Molek Indragiri Hulu Riau,” tulisnya lagi.

UAS juga mengungkapkan, sang ibu saat berada di Pekanbaru rajin mengikuti pengajian yang diadakan dari mushola kecil di dekat kediaman miliknya. "Hebat Ustadz Yurnalis tu,’ puji Mak. ‘Memang mantap Ustadz DR Mawardi tu,’ ucap Mak kagum. Ku jawab ‘13 tahun Ustadz Mawardi tu di Madinah. Mengigaunya pun Bahasa Arab,” tulis Ustaz Abdul Somad.

Lucunya, saat sang putra tercintanya tumbuh dewasa dan menjadi penceramah, sang ibu justru tidak pernah memujinya sedikit pun. “Ku bawa pengajian. Saat pulang beliau komen, ‘Kau becakap terlalu cepat’. Pernah juga, ‘Suara kau terlalu tinggi’,” tulisnya lagi

Hingga terakhir, sebelum sang ibunda tercinta tutup usia, UAS pun memberanikan diri untuk bertanya kepada bibinya perihal kegiatan apa yang dilakukan oleh ibunya.

"Malam tu macam biasa. Dia bangun jam dua. Tahajjud. Baca doa. Makan sahur. Menunggu Shubuh, dia menonton video tausiyahmu,” tulis Ustaz Abdul Somad menirukan apa yang dikatakan oleh bibinya. “Baru aku tau, ternyata Mak suka tausiyahku, tapi dia tak pernah menceritakannya,” tambahnya lagi.

Dari situlah demi meneruskan semangat ibu tercintanya yang gemar pergi ke pengajian, UAS pun membuat sebuah pengajian Az Zahra setiap Jumat sore yang diperuntukkan untuk ibu-ibu. “Jumat pertama: 'Aqidah. Ust Alnof Dinar, Lc. Jumat kedua: Hadits. Uas. Jumat ketiga: Fiqh. Ustadz Dr Zul Ikromi, Lc., MA. Jumat keempat: Akhlaq. Ust Hanafi, Lc. Jumat kelima: Tahsin. Ustadzah Fatimah,” tulis Ustaz Abdul Somad.

Di mana menurutnya, majelis itu diawali dengan membaca surah Yasin, zikir, dan doa. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah serta adanya sesi tanya jawab kepada ibu-ibu yang datang ke majelis taklim. “Kalau ibu-ibunya sholihah, insyaAllah anak-anaknya baik. Amin ya Robbal'alamin,” tutup Ustaz Abdul Somad.