Membanggakan! Siswa Ini Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Membanggakan! Siswa Ini Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB
Muslim Obsession - Muhammad Andrianudin (Andre), siswa kelas 12 Program Keagamaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram menjadi salah satu wakil Indonesia pada Model United Nation (MUN), ajang simulasi sidang PBB yang diselenggarakan International Global Network (IGN). MUN menjadi kesempatan bagi para pemuda dari seluruh dunia untuk merasakan suasana sidang PBB secara langsung, berkumpul dan belajar mengenai diplomasi, berpendapat serta berdiskusi, merumuskan solusi-solusi terbaik untuk menjelaskan masalah-masalah global. MUN semisal Parlemen Remaja di Indonesia. Model United Nation diselenggarakan setiap tahun sejak 2017. MUN pertama diselenggarakan di Kuala Lumpur (620 delegasi dari 45 negara), lalu Thailand-Bangkok (2018, 1.066 delegasi dari 70 negara), dan Malaysia (2019, 1.518 delegasi dari 85 negara). Tahun 2020, MUN digelar dua kali namun dilakukan secara virtual karena pandemi, yaitu: awal Februari (575 delegasi dari 52 negara) dan November (1.018 delegasi dari 51 negara). MUN keenam diselenggarakan pada tahun 2021 masih secara virtual di tengah kasus Covid yang sedang booming, dengan peserta ribuan dari puluhan negara. Tahun 2022, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah MUN ketujuh. Helat ini digelar 25 – 28 Februari 2022 di Denpasar-Bali, dan dikuti 70 negara. Terkait kebijakan pencegahan Covid-19,  ada beberapa negara yang tidak mengirim delegasi, misalnya: Rumania, Kamboja, dan Italia. Sampai saat ini MUN telah menghasilkan 393.241 pendaftar, 7 even, 6.536 alumni dari 180 negara peserta. Untuk menjadi peserta MUN, Andre harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, menulis esai, interview, tes kelayakan, termasuk motivasi mengikuti kegiatan. Semuanya dikemas dalam Bahasa Inggris yang baik. Andre memang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan pronunciation layaknya penutur asli (native). Kemampuan ini terasah sejak dini dan makin meningkat sejak di asrama MAN 2 Mataram. Sering bertemu native speaker membuatnya semakin percaya diri. Selain Bahasa Inggris, Andre juga lancar berbahasa Arab. Selain kemampuan bahasa, simulasi sidang PBB ini juga membutuhkan kemampuan bernegosiasi dan berdiplomasi layaknya anggota PBB. Kemampuan lainnya adalah menjadi public speaker handal, leadership yang memadai, serta mampu berpikir kritis (critical thinking). Peserta juga harus piawai membangun networking dengan teman lintas negara serta mencari dan menemukan solusi dalam waktu yang sangat singkat. “Kegiatan MUN diisi dengan debat plus riset terkait topik yang diangkat. Waktu penyampaian pun sangat singkat. Hanya satu menit. Peserta harus pandai mengatur waktu sehingga semua ide dapat tersampaikan secara cepat dan tepat,” kata Andre menceritakan pengalamannya, Senin (28/2/2022) dilansir Kemenag. “Kegiatan ini benar-benar full, hampir tidak ada jeda. Di sinilah dituntut kemampuan peserta untuk dapat memenej diri sendiri. Peraturan dari panitia juga sangat ketat. Hampir setiap hari semua peserta dan panitia melakukan tes antigen, untuk memastikan kegiatan benar-benar aman dari Covid-19,” sambungnya.