Efek Invasi, Manchester United Putus Kontrak Maskapai Rusia Aeroflot

Efek Invasi, Manchester United Putus Kontrak Maskapai Rusia Aeroflot
Muslim Obsession – Perang antara Rusia versus Ukraina merembet ke banyak sektor, termasuk sepak bola. Konflik itu mendapat tentangan besar dari lapangan hijau. Di tanah Inggris, selain Chelsea yang dimiliki Milyarder Rusia, Roman Abramovich, klub Premier League yang terdampak aksi invasi Rusia atas Ukraina adalah Manchester United. United dikabarkan resmi memutus kemitraan bernilai £40 juta dengan maskapai penerbangan Aeroflot yang diketahui saham mayoritasnya dimiliki pemerintahan Rusia. Langkah tersebut dilakukan sebagai pernyataan sikap tegas United atas invasi Rusia ke Ukraina yang resmi dilancarkan per Kamis (24/2/2022). “Mengingat peristiwa yang terjadi di Ukraina, kami memutuskan untuk mencabut hak sponsor Aeroflot,” ucap juru bicara United, mengutip Goal.com, Sabtu (26/2). “Kami berbagi keprihatinan dengan fans kami di seluruh dunia da simpati kami kepada mereka yang terkena dampak,” pungkasnya. United memiliki kontrak jangka panjang dengan Aeroflot, terhitung sejak 2013. Kontrak yang diperbarui pada 2017 senilai £40 juta sejatinya berakhir pada 2023. Yang menarik, harga saham United turun setelah invasi Rusia ke Ukraina dan spekulasi menyebutkan bahwa itu terjadi karena hubungan mereka dengan Aeroflot. Tercatat hingga Kamis kemarin, harga saham United telah jatuh dari $14,08 per lembar menjadi $13,10 atau terjadi penurunan sebanyak tujuh persen dalam dua pekan terakhir. Adapun ‘Setan Merah’ dijadwalkan terbang ke Madrid dengan Aeroflot untuk lakoni laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Atletico pada Selasa depan, tapi kini klub beralih menggunakan maskapai asal Inggris, Titan Airways. (Fath)