Muhammadiyah Gagas Aplikasi Dakwah bagi Difabel

Muhammadiyah Gagas Aplikasi Dakwah bagi Difabel
Muslim Obsession - Ketua Komite Pemenuhan dan Perlindungan Hak Disabilitas DIY &LHKP PWM DIY, Drs. Farid B. Siswantoro menyatakan bahwa Muhammadiyah sedang menggagas aplikasi dakwah difabel diera digital. Farid mengungkapkan program Muhammadiyah ini untuk membantu teman-teman penyandang disabilitas. Di era kekinian seperti saat ini Muhammadiyah menciptakan Aplikasi Dakwah Difabel. Kegiatan ini diikuti oleh Majelis Tabligh, Majelis Tarjih dan Majelis Pustaka dan Informasi. Aplikasi ini memiliki 10 menu, 3 di antaranya khusus diperuntukkan bagi disabilitas tuli sedangkan 7 lainnya untuk masyarakat umum. Meskipun telah banyak membuat program difabel hal ini tidak menghentikan Muhammadiyah untuk cukup membuat program khusus itu, ke depannya Muhammadiyah hendak membangun Muhammadiyah Ramah Difabel. Memberi perhatian dan menyediakan fasilitas yang memadai agar teman-teman difabel bisa terlibat dalam semua kegiatan masyarakat. “Penduduk di wilayah kita di daerah kita itu adalah difabel tapi seberapa banyak kita bisa melihat artinya seberapa banyak warga difable itu masuk di dalam ranah public, terlibat dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, tidak banyak,” tutur Farid, dikutip dari laman resmi muhammadiyah.or.id., Rabu (16/2/2022). Badan Pusat Statistik ( BPS ) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPPENAS ) memiliki data tersendiri terkait difabel. Data BPS itu menunjuk jumlah difabel itu 8% dari populasi sedangkan BAPPENAS itu menyebutnya 14% dari populasi maka jika diproyeksikan ke kondisi penduduk angka akurat antara 8% sampai 18% penduduk di wilayah Indonesia adalah difabel.