Kali Pertama Saudi Tunjuk Perempuan Sebagai Wakil Menteri

Kali Pertama Saudi Tunjuk Perempuan Sebagai Wakil Menteri

Jakarta, Muslim Obsession - Menteri urusan Islam Arab Saudi, Abdullatif Al-Assheik, menunjuk Leila binti Hamad Al Kassem untuk menjadi wakilnya pada Ahad (30/1). Leila mecetak sejarah. Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat Wakil Menteri urusan Islam di Saudi.

Pejabat senior itu mempercayakan Al-Kassem untuk menjadi wakil menteri untuk urusan perencanaan dan transformasi digital.

Ia ditugaskan untuk mengembangkan sistem kerja administrasi kementerian, meningkatkan layanan kepada penerima manfaat, dan mempromosikan transparansi lembaga.

Al-Asheikh meyakini peran perempuan begitu penting di sektor pemerintahan dalam mengembangkan dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Saudi Bebaskan Imam di Makkah. Arab News melaporkan bahwa penunjukan itu dianggap sebagai tonggak sejarah pemberdayaan perempuan di negara penguasa minyak itu.

Keputusan itu merupakan bagian dari upaya kementerian dalam mempromosikan kepemimpinan perempuan di lembaga pemerintah, sesuai rencana Visi Saudi 2030.

Sejak lama, Saudi dianggap sebagai salah satu negara konservatif sebab banyak membatasi ruang gerak perempuan. Namun sejak dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), Saudi menerapkan banyak gebrakan baru, terutama berkaitan dengan hak-hak perempuan.

Gebrakan itu di antaranya perempuan boleh mengemudi sendiri, bepergian tanpa wali, mendaftar militer, dan pergi tanpa wali laki-laki.

Selain itu, pemerintahan MbS juga lebih 'ramah' terhadap budaya asing untuk memperluas sektor ekonomi. Mereka sudah mengizinkan konser, bioskop, dan festival beroperasi di negara itu.

Meski demikian, para kelompok HAM menilai tindakan MbS sebagai cara untuk menutupi pelanggaran hak asasi manusia yang sudah dilakukan terhadap aktivis perempuan dan pengkritik kerajaan seperti jurnalis Jamal Khashoggi. (Albar)