Sosok Evalina Heryanti, Perempuan Kristiani yang Jabat Dewan Pakar PKS

Sosok Evalina Heryanti, Perempuan Kristiani yang Jabat Dewan Pakar PKS

Jakarta, Muslim Obsession - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah menjadi sorotan karena baru saja melantik Dewan Pakar dimana salah satu tokohnya adalah dari seorang umat Kristiani, yakni Evalina Heryanti.

Sosok yang pernah menjadi Data Analysis and Assistance Team NOC of Indonesia for Olympic Games 2020 Tokyo itu didapuk menjadi Dewan Pakar PKS bidang Olahraga dan Prestasi. Ia mengaku senang dan bangga menjadi Dewan Pakar PKS.

Menurutnya, langkahnya bergabung menjadi Dewan Pakar memperlihatkan bahwa PKS merupakan partai politik (parpol) terbuka bagi semua anak bangsa, tanpa memandang suku, agama, serta golongan.

"Puji Tuhan, saya mengapresiasi PKS, di mana partai ini dikenal sebagai partai yang pemiliknya orang Islam, tapi saya sebagai Kristiani bisa masuk sebagai anggota Dewan Pakar," kata Eva seperti dikutip di situs resmi PKS, Rabu (26/1).

Sebagai informasi, Dewan Pakar PKS dipimpin oleh mantan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno. Irwan, Evalina bersama sejumlah tokoh lainnya dilantik menjadi Dewan Pakar PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin kemarin.

"Dewan Pakar PKS akan dipimpin oleh Irwan Prayitno. Selain sebagai seorang Guru Besar, beliau juga memiliki berbagai pengalaman di DPR RI serta menjadi Gubernur Sumbar periode 2010-2020," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Ahmad Fathul Bari.

Anggota Dewan Pakar PKS terdiri dari berbagai tokoh mulai dari kalangan akademisi, ulama, dunia usaha, purnawirawan TNI/Polri, hingga aktivis dengan kepakaran berbeda-beda untuk membantu PKS dalam memandang setiap langkah dan kebijakan.

Keberadaan Dewan Pakar sesuai dengan amanat Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri yang menyatakan PKS merupakan parpol milik semua kalangan dan menjadi rumah besar bangsa Indonesia.

Dewan Pakar PKS tidak hanya ada di tingkat pusat, melainkan di seluruh struktur PKS tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dewan ini akan memberikan pertimbangan keahlian atau kepakaran kepada presiden PKS. (Albar)