MUI Blitar: Tukar Uang Jelang Lebaran Bisa Tergolong Haram

MUI Blitar: Tukar Uang Jelang Lebaran Bisa Tergolong Haram
Blitar, Muslim Obsession - Dua minggu menjelang lebaran, banyak bermunculan jasa penukaran uang baru. Bahkan beberapa di antaranya muncul beberapa hari jelang Ramadhan. Meskipun jasa penukaran uang baru bisa dilakukan di bank, namun tidak sedikit masyarakat yang tertarik menggunakan jasa penukaran uang baru di tepi jalan. Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar, Subakhir Efendi  mengaku, beberapa tahun terakhir sudah memberikan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan jasa penukaran uang di tepi jalan. Menurut Subakhir, penukaran uang di tepi jalan bisa tergolong haram, jika mengandung unsur riba dalam proses tukar menukarnya. Subakhir mencontohkan, jika masyarakat menukar 100 ribu, kemudian ditukar dengan nominal 120 ribu, maka proses itu tergolong riba yang haram hukumnya. Untuk itu, Subakhir mengimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang di Bank yang tidak mengambil untung sama sekali. “Setiap tahun kita sudah berikan himbauan ke masyarakat. Maka dari itu, kita juga berharap pihak Bank  juga optimal dalam melayani penukaran uang baru, supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Subakhir dikutip dari situs resmi Pemkot Blitar, Selasa (21/5/2019). Bank Indonesia (BI) wilayah Kediri, telah menyiapkan uang masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 2019 sebesar 6,1 triliun rupiah. Masyarakat bisa menukar uang baru dengan datang ke bank yang ada di wilayah BI Kediri, di antaranya ada di Kota Blitar.