Saling Klaim Kemenangan, Syafii Maarif: Tidak Perlu Didengar!!

Saling Klaim Kemenangan, Syafii Maarif: Tidak Perlu Didengar!!
Sleman, Muslim Obsession - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai siapa pemenang Pilpres 2019. Hal itu dikatakan Buya Syafii lantaran kedua paslon yaitu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mengklaim kemenangan, padahal hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum keluar, untuk itu kedua calon agar menunggu pengumuman resmi KPU. "Jangan kita berspekulasi siapa yang menang dan siapa yang kalah sebelum itu (pengumuman resmi KPU)," kata Buya Syafii di kediamannya, Nogotirto, Sleman, Jumat (19/4/2019). Sejauh ini hasil hitung cepat (quick count) lembaga-lembaga survei kredibel terdaftar resmi di KPU menunjukkan Jokowi-Ma'ruf menang secara nasional dalam Pilpres 2019. Sementara Prabowo berdasar survei internal BPN mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019. Buya Syafii meminta masyarakat tidak perlu mendengar klaim kemenangan yang dilakukan salah satu pihak. Klaim tersebut tidak resmi, tidak perlu didengar. "Klaim itu swasta (tidak resmi). Tidak perlu didengar. Biarkan saja," katanya. Terhadap quick count sejumlah lembaga survei yang menunjukkan Jokowi-Ma'ruf menang, Buya Syafii juga meminta para kontestan untuk tidak perlu terburu-buru mengklaim menang. Publik juga tidak perlu menyebut pihak lain yang kalah. "Hitung cepat yang mengeluarkan pendapat, itu biarkan saja, sebagai rujukan saja," tuturnya. Buya berpendapat, siapa pun yang menang dalam kostestasi ini harus diterima. Bagi konstestan yang kalah, juga harus berlapang dada, tetap menjunjung tinggi keutuhan bangsa dan nilai-nilai kebinekaan. "Yang menang kita terima, yang kalah harus legawa. (Yang penting) kita sama-sama menjaga keutuhan bangsa, perdamaian bangsa, kebhinekaan, pluralisme," tegasnya. Menurut Buya, menjaga bangsa ini tetap bersatu dan utuh jauh lebih penting. "Bangsa ini harus bersatu untuk mencapai tujuan kemerdekaan, menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya. Buya menegaskan, keputusam siapa pemenang dalam konstestasi Pemilu ini akan diumumkan KPU pada Mei mendatang. Jika sudah terbukti jujur dan adil dan pelaksanaannya damai, maka sesuai konstitusi harus diakui seluruh rakyat Indonesia. Sebelumnya, PP Muhammadiyah secara resmi menyerukan perdamaian dalam menyikapi kondisi pasca Pemilu ini. PP Muhammadiyah mengajak semua pihak cooling down, menahan diri, menjaga ketenangan, dan bersabar menunggu hasil penghitungan dan pengumuman resmi dari KPU. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, PP Muhammadiyah mengimbau masyarakat tidak terlalu terpengaruh suasana oleh banyaknya hasil hitung cepat (quick count), exit poll, dan lain-lain yang disajikan di media massa, media sosial, dan ruang publik. Haedar mengatakan, quick count sebagai sebuah kerja ilmiah hasil-hasil survei merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati. "Tetapi itu (quick count) sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil Pemilu," tegasnya. (Vina)