Ramadhan, Bulan Al-Quran

Menyimak Apresiatif dan Aplikatif Para Ulama dalam Tradisi Membaca Quran.

396
Ilustrasi: Seorang santri bertadarus Al-Quran di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (06/04/2022). (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Oleh: Sulaeman Jazuli

Allah, Jibril, Al-Quran, Muhammad dan bulan Ramadhan adalah eksis pada dimensi masing-masing. Allah Maha Suci, Jibril hamba suci, Al-Quran kitab suci, Muhammad Nabi dan Rasul suci dan Ramadhan adalah bulan suci.

Singkatnya, mereka adalah kombinasi persekutuan “suci”, yang karakter dan tabiat masing-masingnya adalah ” mencintai kesucian”. Kendati spesial, Dia: سبحان الله عما يشركون.

Supaya ” kesucian itu”, tetap terjaga dan terbangun utuh, sejatinya dilanggengkan dalam satu hentakan ruang dan waktu. Itulah dia, bulan suci Ramdhan hendaknya dihidupkan dengan alunan kalam-Nya, sehingga Ramdhan spesial menjadi ” Bulan Al-Quran”.

Di bawah ini, ditampilkan kontruksi apresiatif sekaligus aplikatif terhadap tradisi membaca Al-Quran di bulan suci Ramadhan dari para pesohor hamba Allah yang Shalihin (baca: ulama), di antarnya:

كان الإمام مالك رحمه االله إذا دخل رمضان نفر من قراءة الحديث ومجالسة أهل العلم، وأقبل على تلاوة القرآن من المصحف

“Adalah Imam Malik,-semoga Allah merahmatinya-, andai tiba bulan suci Ramadhan, dia menghentikan aktivitas membaca (studi ) hadits dan kegiatan majlis taklimnya. Selanjutnya ia fokus membaca Al-Quran, langsung dari mushafnya (tidak melalui hp).

كـان سـفيان الثـوري إذا دخـل رمضـان تـرك جميـع العبـادة وأقبـل علـى قـراءة القـرآن

“Adalah Sufyan al-Tsauri, jika tiba bulan suci Ramadhan, ia menghentikan semua aktivitas ibadah (sunat), selanjutnya ia fokus membaca Al-Quran”.

كأن الزهرة إذا دخل رمضان قال فإنما هو تلاوة القرآن واطعام الطعام

Adalah Al-Zuhri ketika bulan Ramadhan tiba, ia berkata, “Ramadhan adalah bulan membaca Al-Quran dan memberi makanan (sembako)”.

فقد اشتهر في كتب التراجم وغيرها عن الإمام الشافعي رحمه الله تعالى أنه كان يختم القرآن في رمضان ستين ختمة

“Dalam buku biografi dan yang lainnya, masyhur diungkapkan dari pengakuan Iman al-Syafi’i, bahwa ia mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan, sebanyak 60 kali khataman”.

**

Apa yang dituturkan di atas, semoga menjadi Inspiratif, motivatif, sekaligus aplikatif serta eksekutif pada tataran riil di lapangan.

اللهم ارحمنا بالقرآن واجعله لنا إماما ونورا وهدى. ورحمة، اللهم ذكرنا منه ما نسينا وعلمنا منه ما جهلنا وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار واجعله لنا حجة يا رب العالمين

Wallahu A’lam bi al-Shawab!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here