Quraish Shihab Jelaskan Bedanya Nikmat Syukur dengan Syukur Nikmat

58
Quraish Shihab. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Nikmat syukur dengan syukur nikmat sepintas mungkin terlihat punya pengertian yang sama. Namun ternyata punya makna yang berbeda. Hal itu dijelaskan oleh pakar ilmu tafsir Prof HM Quraish Shihab.

“Nikmat syukur bisa diartikan bahwa seseorang yang mampu bersyukur sebenarnya telah memperoleh karunia Tuhan. Karena kita tidak dapat melakukan kebajikan kecuali kalau kita berkehendak melakukannya dan direstui oleh Tuhan,” tuturnya dalam YouTube Quraish Shihab, Jumat (13/1/2023).

Makna lainnya kata Quraish, adalah nikmat atau kelezatan yang dirasakan seseorang ketika bersyukur. Nikmat dari segi bahasa memiliki tiga makna, pertama kelezatan, kedua kepuasan, ketiga anugerah Tuhan. Sehingga nikmat syukur yakni merasakan kelezatan syukur.

Pengarang Tafsir Al-Misbah itu menerangkan bahwa manusia dapat mengalami tiga macam kelezatan yakni jasmani, nafsani (nafsu) yang bisa mengalahkan kelezatan jasmani, dan ruhani.

“Kelezatan ruhani sangatlah nikmat. Contoh, anak kita sedang bermain layangan di luar. Kemudian ia berlari terengah-engah kehausan. Pada saat itu juga sang ayah sedang berada di depan kulkas ingin mengambil minuman karena ia juga kehausan,” ujarnya.

“Namun, ketika melihat anaknya kehausan, maka ia berikan minuman itu kepada anaknya. Melihat anaknya yang meminum terlihat sangat segar dan puas seketika ia juga merasakan kesegaran ruhani jauh melebihi kelezatan jasmani dan nafsaninya,” sambung Prof Quraish.

Nikmat syukur, lanjut dia, jika dilaksanakan dengan baik dan sempurna maka akan merasakan kelezatan ruhani. Ada hal di kalangan para pakar psikologi dipertanyakan mengapa anak-anak meskipun dilarang berpuasa masih mau berpuasa? Mengapa orang-orang bergembira waktu berbuka puasa? Jawabannya karena orang tersebut mengalami kelezatan ruhani.

“Itu sebabnya, jauh lebih banyak orang yang berpuasa dari pada shalat. Karena kenikmatan saat berpuasa jauh melebihi kelezatan jasmani dan nafsani. Nikmat syukur benar-benar dapat dirasakan jika melaksanakannya dengan benar. Seperti orang yang bersedekah karena terpaksa dan bersedekah karena panggilan hati akan jauh berbeda,” jelasnya.

Syukur Nikmat

Prof Quraish mengatakan, syukur memiliki banyak makna. Bisa diartikan menampakkan sesuatu. Oleh karena itu, syukur dipertentangkan dan dihadapkan dengan kikir. Syukur juga dimaknai dengan menerima yang sedikit dan menganggap banyak apa yang telah diterima.

Syukur memiliki tiga aspek. Pertama, merasakan dengan hati bahwa telah menerima suatu kebaikan. Kedua, merasakan nikmat yang diterima adalah anugerah Tuhan sehingga mengucapkan segala puji bagi Allah. Ketiga, melakukan kegiatan sesuai dengan tujuan pemberian anugerah itu.

“Kita banyak menerima nikmat Allah. Jangan pernah berkata bahwa tidak mendapatkan nikmat. Menghirup oksigen, sehat, dan lain sebagainya merupakan nikmat yang harus disyukuri,” tuturnya.

Prof Quraish mengungkapkan jika hanya mewujudkan dengan ucapan maka belum termasuk syukur yang sempurna. Harus syukur yang disadari bahwa sesuatu itu baik dan anugerah Tuhan yang mendorong seseorang mengucap kalimat syukur.

“Syukur juga bisa dimaknai dengan apa yang Anda berikan hanyalah sedikit. Jangan menganggap apa yang anda berikan itu banyak. Tapi, anggaplah yang Anda terima itu banyak. Jangan menganggapnya sedikit,” tandasnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here