Qatar Haramkan Bir di Stadion Selama Piala Dunia

86
iCandy-Products.com (Foto: iCandy-Products.com)

Muslim Obsession – Pemerintah Qatar secara resmi melarang penjualan bir di delapan stadion yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan Piala Dunia 2022.

Larangan tersebut mengejutkan banyak penggemar sepak bola karena dikeluarkan hanya dua hari sebelum pertandingan pembukaan.

Kebijakan pelarangan penjualan minuman beralkohol di dalam stadion telah dikonfirmasi oleh FIFA.

Akibat kebijakan ini, minuman beralkohol seperti bir hanya tersedia di zona penggemar setelah pukul 19.00 dan di tempat hiburan berlisensi resmi.

Qatar sebelumnya telah menyetujui persyaratan FIFA untuk menjual alkohol di stadion ketika ditawarkan untuk menjadi tuan rumah piala dunia.

Namun detailnya baru dirilis pada bulan September, 11 minggu sebelum kickoff pertama, menunjukkan betapa sulitnya negosiasi tersebut.

FIFA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk menghapus poin penjualan bir dari perimeter Stadion Piala Dunia 2022 diambil setelah berdiskusi dengan otoritas tuan rumah.

Namun, FIFA memastikan penjualan Bud Zero, bir bebas alkohol, tidak akan terganggu dan akan tetap tersedia di delapan stadion untuk 64 pertandingan.

Kebijakan Qatar yang melarang minuman beralkohol di sekitar stadionnya memaksa FIFA untuk berurusan dengan Anheuser-Busch InBev, perusahaan pemilik Budweiser, yang memiliki kontrak fantastis senilai $75 juta dengan FIFA di Piala Dunia tahun ini.

Ketika berita larangan alkohol tersiar pada hari Jumat, akun Twitter resmi Budweiser men-tweet, “Yah, ini canggung,” lalu segera menghapusnya.

Tentu canggung bagi AB Inbev, sponsor utama Piala Dunia, yang berencana menjual Bud Regular sebagai tanggapan atas larangan tersebut, terutama saat tenda bir mereka dipindahkan ke tempat yang kurang terlihat minggu lalu.

Menurut The New York Times, anggota staf yang mengetahui perubahan sebelumnya diberi tahu bahwa langkah tersebut diambil untuk mengikuti saran keselamatan.

Tapi diyakini berasal dari Sheikh Jassim bin Hamad bin Khalifa al-Thani, saudara laki-laki emir yang berkuasa di Qatar, yang juga paling aktif dalam perencanaan turnamen, menyatakan bahwa hal itu tidak dapat dinegosiasikan.

Qatar telah bergulat dengan masalah alkohol sejak negara Teluk kecil itu diberikan hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Alkohol tersedia di negara itu, tetapi penjualannya dikontrol dengan ketat.

Upaya Qatar melarang penjualan alkohol di sekitar stadion selama Piala Dunia 2022 patut diacungi jempol.

Hal ini menunjukkan ketegasannya sebagai negara muslim yang terbuka untuk kemajuan namun tetap memegang teguh prinsip keislamannya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here