PW Parmusi Jateng Beri Modal Usaha untuk Petani Binaan Dai Parmusi Hingga Rp.10 Triliun

466
Workshop Hulu-Hilir Pertanian digelar PW Parmusi Jawa Tengah, Selasa (18/1/2022) di Ruang Pedan Hotel Sahid Jaya solo.

Solo, Muslim Obsession – Para Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Jawa Tengah yang akan berjuang menjadi pendamping dan guru ngaji di masjid-masjid perdesaan Jawa Tengah mulai tahun 2022 mendapatkan bekal teknologi pertanian, modal usaha, dan pasar produk pertanian untuk memperlancar tugas dakwah di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Harapan kami sebagai PW Parmusi Jawa Tengah, apa yang kami berikan kepada para dai ini bisa memperlancar gerakan dakwah di kalangan petani jamaah masjid yang tersebar di berbagai pelosok Jawa Tengah,” ujar Bendahara PW Parmusi Jawa Tengah H. Rus Utaryono, SH, M.Kn saat menjadi moderator Workshop Hulu-Hilir Pertanian, Selasa (18/1/2022) di Ruang Pedan Hotel Sahid Jaya solo.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam Muskerwil PW Parmusi Jawa Tengah itu diikuti 160 peserta utusan dari 27 Pengurus Daerah Kabupaten se Jawa Tengah dan dibuka oleh Ketua Umum PP Parmusi Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos.

BACA JUGA: Guru Besar UMM Ingatkan Susu Sapi yang Dikonsumsi Sangat Mungkin Mengandung Residu DDT

Rus Utaryono menjelaskan, modal teknologi, modal usaha usaha pertanian dan pasar bagi produk-produk pertanian itu didapat para dai saat mengikuti kegiatan workshop tersebut dengan memperhatikan paparan dari sejumlah narasumber yang sangat kompeten.

Prof. Dr. Ir. Indah Prohartini, MP Guru Besar Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM memberikan paparan tentang rancangan produk pupuk organic cair Ribos yang mampu meggantikan 60 % pupuk kimia, sekaligus sebagai fungisida dan bio insektisida.

Sementara dari Dr. Ir. Agus Riyanto, Dosen Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto bersama Prof. Dr. Ir. Totok Agung DH, para dai belajar banyak tentang sektor hulu pertanian. Keduanya dikenal sebagai pemulia benih padi Inpago dengan potensi produksi 14 ton/Ha.

BACA JUGA: Residu Kimia pada Produk Pertanian Jadi Penyebab Stunting Anak Indonesia

Di bagian hilir pertanian, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nur, seorang Guru Besar Ilmu Fisika Undip yang dikenal dengan teknologi ozon memberikan bekal kepada para dai soal bagaimana hasil pertanian terutama sayuran yang mudah busuk bisa bertahan bahkan sampai 2 bulan tetap dalam kondisi sedagar.

Di samping itu, teknologi ozon ini juga memapu membasuh residu kimia yang merugikan kesehatan manusia sampai 80%. Dengan sayuran yang tidak mudah busuk dan bersih dari residu kimia akan memberikan nilai tambah bagi petani binaan para dai Parmusi di Jawa Tengah.

Sedangkan untuk modal dan pemasaran produk-produk pertanian, para dai mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat bermanfaat dari Direktur PT .PIN (Pasar Induk Nusantara). Bersama PIN inilah PW Parmusi Jawa Tengah memberikan pinjaman Saprodi (Sarana Produksi) Pertanian kepada para petani binaan para dai Parmusi se-Jawa Tengah.

BACA JUGA: Kembangkan Ekonomi Berbasis Masjid, Parmusi Jateng Gelar Workshop Hulu-Hilir Pertanian

Pencairan pinjaman Saprodi pertanian ini melalui bank tanpa bunga, tanpa biaya provisi dan tanpa biaya administrasi. Besarnya pinjaman mencapai Rp.4 juta/Ha. Jika semua petani di Jawa Tengah menjadi binaan dai-dai Parmusi maka nilai pinjaman bisa mencapai Rp.10 Triliun.

“Ini kami fasilitasi sebagai upaya kami membantu para Dai Parmusi dalam mengambangkan dakwa dan memakmurkan masjid,” ungkap Sutardi, Direktur Utama PT PIN yang mengaku aktif di jaringan saudagar Muhammadiyah.

Atas semua pemaparan yang disampikan oleh para pembicara pada Workshop Hulu-Hilir Pertanian tersebut, Rus Utaryono, yang sehari-hari merupakan seorang Notaris di Sragen ini, menyampaikan rasa harunya bahwa apa yang diimpikan PW Parmusi Jawa Tengah mulai terwujud. Apalagi para pembicara semua bersedia untuk terus tiada henti mendampingi para dai Parmusi.

“Ini mengharukan sekali kawan-kawan. Mari satukan langkah untuk membangun masyarakat Madani di Jawa Tengah,” pungkas Rus Utaryono. (Anding)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here