Puasa Ramadhan, Ibadah yang Tak Ada Tandingannya

104
Ustadz Dr. Saat Syafaat Ali.

Jakarta, Muslim Obsession – Ramadhan memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan bagi orang-orang yang beribadah di dalamnya.

Di bulan suci ini Allah Ta’ala memberikan pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang dilakukan hamba-hamba-Nya.

“Namun ada satu ibadah yang istimewa. Ibadah yang tidak ada tandingannya, yaitu puasa,” kata Ustadz Dr. Saat Syafaat Ali dalam taushiyahnya di program Kajian Ramadhan yang digelar Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) secara daring, Senin (18/4/2022).

Ustadz Syafaat yang mewakili Pengurus Wilayah (PW) Parmusi DKI Jakarta ini menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang membuat puasa di bulan Ramadhan begitu istimewa.

BACA JUGA: Ustadzah Indra Gempita: Tiga Agenda Istimewa untuk Isi Ramadhan

Pertama, puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang tidak ada tandingannya karena diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman, sekalipun sedikit imannya.

Menurutnya, hal tersebut ditegaskan Allah Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah 183, dimana Allah Ta’ala hanya menugaskan orang-orang beriman untuk berpuasa dengan menahan haus, lapar, dan nafsu yang merupakan kebutuhan primer.

“Karena lapar dan haus, banyak orang yang tega membunuh orang lain. Begitu juga dengan menahan nafsu yang merupakan potensi dasar manusia. Jika hal-hal pokok saja bisa ditahan, bisa dijaga, maka hal-hal lainnya pun insya Allah bisa dijaga, bisa ditahan,” jelas Ustadz Syafaat.

BACA JUGA: Gerakkan Ekonomi Umat, PW Parmusi Aceh Bina UMKM Muslimah

Kedua, puasa Ramadhan merupakan ibadah yang tidak bisa dihinggapi riya. Ibadah puasa dinilai istimewa karena yang tahu kondisi sedang berpuasa hanyalah pelakunya (shaim) dan Allah Ta’ala saja.

“Bandingkan dengan shalat, bisa saja rakaatnya dipanjang-panjangkan, bacaannya dibagus-baguskan, dan lainnya agar orang lain melihatnya sebagai sosok yang hebat. Begitu juga dengan sedekah dan ibadah haji. Karena ada di daerah kami, kalau ada orang yang baru pulang haji, dia harus dipanggil berikut gelar Haji sebelum namanya,” seloroh Ustadz Syafaat.

Ketiga, puasa merupakan ibadah yang pahalanya hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Jika ibadah-ibadah lainnya dapat diketahui jumlah lipatan pahalanya, maka puasa tidak ada yang tahu jumlah lipatan pahalanya karena hanya Allah Ta’ala sajalah yang mengetahuinya.

BACA JUGA: Ajak Masyarakat Luas, Parmusi Pusat Gelar Beragam Kegiatan Menarik di Ramadhan Tahun Ini

Istimewanya, lanjut Ustadz Syafaat, ada janji yang diberikan Allah Ta’ala kepada orang-orang yang berpuasa, yaitu sebuah pintu surga bernama Rayyaan yang dikhususkan bagi orang-orang yang gemar berpuasa dengan ikhlas.

“Di sisi lain, Allah Ta’ala juga janjikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat bertemu dengan Allah Ta’ala. Saat berbuka puasa saja orang yang berpuasa senang bukan main, apalagi kelak saat bertemu dengan Allah Ta’ala,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PP Parmusi menggelar Kajian Ramadhan (KARA) setiap Senin hingga Jumat pukul 06.00-07.00 WIB. Kegiatan yang digelar secara daring ini diisi taushiyah para dai Parmusi, baik dari Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) Pusat maupun daerah.

KARA menjadi salah satu program unggulan Parmusi di bulan Ramadhan tahun ini. Beberapa program unggulan lainnya adalah KANIT (Kalam Semenit), RAGI (Ramadhan Berbagi), SOTO (Sahur on The Road), BUKBER (Buka Puasa Bersama), dan PIP (Parmusi Islamic Podcast). (Fath)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here