Profil Teddy Minahasa, Jenderal Bintang Dua Terkaya di Kepolisian

162

Jakarta, Muslim Obsession – Inpektur Jenderal Teddy Minahasa ditangkap Divisi Propam Polri terkait narkoba. Ia diduga menjual barang bukti narkoba. Selain terancam pidana, ia juga terancam dipecat secata tidak hormat dari kepolisian.

Teddy yang masih menjabat jadi Kapolda Sumatera Barat dan baru ditunjuk jadi Kapolda Jawa Timur ini juga juga disebut terancam hukuman mati.

Teddy baru saja ditunjuk Listyo menggantikan Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Jatim. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2134 IX/KEP/2022 tertanggal 10 Oktober 2022, Nico ditarik ke Mabes Polri untuk menjadi staf Kapolri.

Teddy yang merupakan kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara itu merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993.

Dia memulai kariernya di Korps Bhayangkara sebagai Kasubditmin Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah pada tahun 2018. Setelahnya, ia dipercaya menjadi Kabidregident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Jawa Timur bukanlah wilayah yang asing baginya, karena pada 2011 silam dia pernah berdinas di sana sebagai Kapolresta Malang Kota.

Dua tahun berselang, Teddy dilantik menjadi Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri, kemudian Kaden C Ropaminal Divpropam Polri.

Teddy kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 2014. Selanjutnya, ia diangkat menjadi staf ahli Wapres di tahun 2017.

Pada tahun yang sama, Teddy juga mendapatkan penghargaan Seroja Wibawa Nugraha sebagai Lulusan Terbaik Progam Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017 Lemhannas RI.

Ia juga pernah menjadi penerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya. Adapun tanda kehormatan itu diberikan Presiden Jokowi dalam Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018.

Teddy kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Banten selama 3 bulan. Selanjutnya, ia dirotasi untuk menjabat posisi Wakapolda Lampung sejak November 2018.

Terakhir sebelum menjadi Kapolda Sumatera Barat, Teddy dipercaya untuk menjabat sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri (Sahlijemen) Kapolri.

Polisi Terkaya versi LHKPN

Selain itu, bila merujuk pada data Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Teddy merupakan polisi paling tajir dengan harta kekayaan senilai Rp29,97 miliar.

Setelah Teddy adalah Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal yang sebelumnya menempati urutan teratas daftar polisi terkaya dengan harta Rp27 miliar.

Dilansir dari situs elhkpn.kpk.go.id, Teddy tercatat hanya satu kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK, yakni pada 26 Maret 2022 saat ia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Teddy tercatat mempunyai 53 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Pandeglang, Pasuruan, Pesawaran, dan Malang. Seluruh tanah dan bangunan yang merupakan hasil sendiri itu bernilai Rp25.813.200.000.

Dalam laporannya, Teddy turut mencantumkan kepemilikan tiga unit mobil dan motor dengan estimasi harga seluruhnya mencapai Rp2.075.000.000.

Di luar kepolisian, Teddy Minahasa dikenal menaruh minat pada motor gede yakni Harley Davidson. Bahkan, kini dia didapuk menjadi Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2021-2026.

Dia yang sebelumnya Waketum HDCI itu dipilih menggantikan seniornya di Korps Bhayangkara, Nanan Soekarna yang memimpin organsisasi itu selama dua periode hingga 2021. Teddy dipilih dalam Munas HDCI yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Mei 2021 silam.

Kala itu usai terpilih, dikutip dari detik, Teddy mengatakan posisinya yang masih aktif di kepolisian itu memberi manfaat yakni dapat mengaplikasikan konsep yang selama ini diadopsi Polri dan dikembangkan di komunitas tersebut.

Kini Irjen Pol Teddy Minahasa telah ditangkap terkait kasus narkoba saat masih menjabat Kapolda Sumbar. Penangkapan itu terjadi setidaknya empat hari setelah dimutasi jadi Kapolda Jatim. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here