Perempuan dan Pemuda Akan Diberi Posisi Teratas di Dua Masjid Suci

81
Menunaikan haji menjadi impian setiap muslim. (Foto: Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Media lokal Saudi melaporkan bahwa Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci sedang merencanakan perombakan administrasi bersejarah yang dirancang untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda di masyarakat Saudi.

Menurut seorang pejabat senior yang berbicara kepada media, perombakan besar-besaran lembaga negara Saudi yang bertanggung jawab untuk menangani dan mengelola Masjid Al Haram dan Masjid an-Nabawi dimaksudkan untuk memberikan posisi strategis bagi kaum muda sekaligus memberikan inovasi dalam meningkatkan layanan kepada jamaah.

Di sisi lain, Kepala Kepresidenan, Dr. Abdul Rahman Al Sudais mengatakan, penataan bersejarah yang akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Kepresidenan itu akan difokuskan pada penerapan kriteria penyelenggaraan pemerintahan, kualitas, dan transparansi dalam sistem pemerintahan. administrasi dan kerja lapangan.

Al Sudais menambahkan bahwa Kepresidenan berharap restrukturisasi ini dapat mengkonsolidasikan budaya inovasi dan kreativitas serta menciptakan indikator yang efektif untuk mendorong pengambilan keputusan.

Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan pemuda merupakan tujuan penting dari perombakan yang direncanakan.

Sejauh ini, Kepresidenan dilaporkan telah membentuk afiliasi pengembangan wanita sebagai bagian dari peningkatan keterlibatan wanita Saudi dalam layanan yang diberikan kepada peziarah dan jamaah yang mengunjungi Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid An-Nabawi di Madinah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah membuat langkah besar dalam memberdayakan perempuan sebagai bagian dari perubahan besar di Kerajaan.

Setidaknya lebih dari 200 perempuan telah dipekerjakan oleh Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid sepanjang tahun 2021 sebagai upaya nyata pemberdayaan perempuan di masyarakat Saudi.

Agustus 2021, Al Sudais menunjuk dua wanita Saudi ke posisi teratas dalam Kepresidenan. Mereka adalah Dr. Al-Aboud dan Dr. Fatima Al Rashoud, yang ditunjuk sebagai asisten kantor presiden lembaga negara.

Jabatan senior lainnya diberikan kepada Dr. Kamelia Al-Daadi, yang ditunjuk sebagai asisten sekretaris untuk urusan administrasi dan layanan wanita, dan Dr. Ibtehab Al-Jeaid, ditunjuk sebagai wakil presiden untuk perpustakaan dan penelitian ilmiah.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here