Penjelasan Kalimat Tauhid Sebagai Kunci Surga

225

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M. Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Rasulullah ﷺ bersabda:

 مِفْتَاح الْجنَّة شَهَادَة أَن لَا إِلَه إلاَّ الله

“Anak kunci surga itu adalah ikrar ‘Tiada Tuhan selain Allah,” (HR. Al-Bazzar dan Ahmad bin Hanbal dari Mu’adz bin Jabal).

Penjelasan:

Kalimat “Laa ilaha illallahu” (tiada Tuhan selain Allah) sering pula disebut “kalimat tauhid” yang menjadi prinsip dasar ajaran Islam.

Kalimat tauhid ini merupakan senjata paling ampuh untuk membebaskan manusia dari belenggu-belenggu kemanusiaan dari segala bentuk kepercayaan yang batil. Kalimat “Tiada Tuhan kecuali Allah” terdiri atas penolakan/penafian dan penetapan (tsabit).

BACA JUGA: Cinta Murid pada Guru Membuka Futuh Ilmu

PENAFIAN di sini adalah ungkapan pertama syahadat, “tiada Tuhan” atau “tiada sesuatu bentuk Tuhan apapun”.

TSABIT Atau penetapan yang sempurna, “kecuali Allah”. Allah SWT menganalogikan/ mengqiyas kalimat tauhid ini dengan sebuah pohon yang kuat lagi tinggi menjulang.

Dalam QS. Ibrahim: 24-25, Allah SWT berfirman:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ (٢٤) تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٥)

“Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-Nya.”

BACA JUGA: Mencium Tangan Guru

Inti sari ayat di atas adalah seorang Muslim yang memahami hakikat kalimat tersebut, kehidupannya akan selalu mencerminkan nilai-nilai ketauhidan bagaikan sebuah pohon yang baik.

Cirinya:

Pertama, ketauhidan dan rasa mahabbah kepada Allah SWT akan terhunjam di dalam lubuk hatinya bagaikan pohon yang akarnya teguh menghujam ke bumi. Berarti imannya kuat dan senantiasa hidupnya tidak goyah walau musibah dan juga godaan senantiasa datang silih berganti.

Kedua, ketauhidan yang telah tertancap kokoh di hati akan membawa seorang Muslim ke puncak prestasi. Ia akan menjadi mercusuar bagi yang lain, dia akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitarnya dan bangsanya contoh sahabat Rasulullah ﷺ.

Ketiga, ketauhidan yang benar akan berbuah ketaatan. Seseorang yang mengenal Allah tentu akan memahami tujuan hidupnya, dia akan beribadah dan juga memahami tentang hidup dengan belajar dan takwa kepada Allah Ta’ala.

Wallahu a’lamu bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here