Pemerintah Batalkan Pencabutan Izin Pesantren Shiddiqiyyah

85
Menko PMK, Muhadjir Effendy. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession — Menteri Agama Ad Interm Muhadjir Effendy menyatakan, pihaknya membatalkan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, di Jombang, Jawa Timur, setelah dilakukan belbagai pertimbangan.

Sebelumnya pemerintah telah mencabut izin pesantren tersebut, buntut kasus dugaan pencabulan anak kiai pemilik pesantren, dengan inisal MSAT.

“Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah yang berada di Jombang, Jawa Timur dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala,” Kata Muhadjir Effendy yang saat ini ditugasi Presiden Joko Widodo sebagai Ad interm Menteri Agama, Senin (11/7).

“Saya sudah meminta Pak Aqil Irham, PLH Sekjen Kemenag untuk membatalkan rencana pencabutan izin operasionalnya,” tambahnya.

Muhadjir berharap dengan dibatalkan pencabutan izin operasional tersebut, para orang tua santri-santriwati mendapat kepastian terkait pembelajaran di pondok pesanttren tersebut.

“Begitu juga para santri bisa belajar dengan tenang,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur, buntut dugaan pencabulan dengan tersangka Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengungkapkan nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

Bechi merupakan DPO kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santrinya. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here