PBNU: Pelaku LGBT Jangan Dibenci, Tapi Ajak Mereka Bertaubat

60

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) mengatakan bahwa pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) ini ibarat orang yang sedang sakit, perlu disembuhkan atau diobati.

Saat mereka sakit, karena memiliki prilaku menyimpang, Gus Fahrur meminta agar para pelaku LGBT jangan dihakimi atau dibenci, tapi ajak mereka untuk bertaubat. Caranya dengan merangkul tanpa membencinya.

“Dakwah itu harus dilakukan dengan baik. Al-Qur’an itu menyuruh ud’u ilaa sabili rabbika bil hikmah (artinya) ajak orang dengan baik,” ungkap Gus Fahrur dalam podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Sabtu (14/5/2022) siang.

“Kalau kita mengatakan LGBT itu tidak sesuai dengan norma agama, jangan dimaki-maki, diajak bicara. Semua orang bisa punya masa lalu yang jelek (dan) bisa menjadi lebih baik lagi,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Gus Fahrur kembali menegaskan bahwa para pelaku LGBT di Indonesia seharusnya diajak dan dirangkul menuju jalan yang benar. Sebab, katanya, dakwah itu mengajak bukan mengejek dan merangkul bukan memukul.

Kiai muda yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan, termasuk dalam menciptakan manusia.

“Pada prinsipnya, manusia itu diciptakan berpasangan. Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasangan. Laki-perempuan, siang-malam, gelap-terang, sedih-bahagia. Secara umum demikian dan itu kadratnya seperti itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Allah telah menciptakan Nabi Adam dan istrinya, Hawa. Dari situlah kemudian muncul pernikahan-pernikahan sehingga melahirkan keturunan-keturunan dan membangun generasi.

“Makanya laki-laki harusnya tertarik dengan perempuan supaya kemudian terjadi pernikahan dan reproduksi (agar) dunia ini berjalan,” katanya.

Terkhusus pasangan gay, Gus Fahrur menjelaskan bahwa melakukan hubungan sodomi itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan penyakit. Sebab, lubang belakang atau dubur bukan tempat yang diperkenankan dalam melakukan hubungan seks karena itu menjijikkan.

“Menjijikan, makanya itu dilarang. Itu kan sesuatu yang dilarang. Bahkan pada istri pun tidak boleh, tidak boleh pada siapa pun. Islam melarang hubungan belakang itu walaupun dengan istrinya, itu bukan jalannya, itu jalan buat kotoran. Jadi Anda salah kalau masuk dari situ,” ungkapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here