PBNU Minta Polisi Tak Hanya Sisir Masjid, Tapi Tempat Ibadah Lain

226

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi meminta kepolisian tidak hanya melakukan pemetaan masjid untuk mencegah penyebaran paham radikal.

Polisi kata dia, juga harus menyisir tempat ibadah agama lain. Menurutnya itu perlu jika memang ada indikasi tempat ibadah agama lain jadi tempat penyebaran paham radikal.

“Dan saya kira juga buka hanya masjid namun tempat ibadah lainnya yang ada indikasi radikal perlu di waspadai,” kata Fahrur, Rabu (26/1).

Fahrur mengaku tidak masalah jika kepolisian ingin melakukan pemetaan di masjid-masjid. Akan tetapi, dia berharap itu dilakukan dengan profesional dan benar-benar bertujuan untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme.

“Ya itu wewenang mereka, sepanjang dilakukan secara obyektif dan profesional dalam rangka kewaspadaan,” kata Fahrur

Sebelumnya, Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri, Brigjen Umar Effendi mengatakan bakal melakukan pemetaan terhadap masjid-masjid.

Pemetaan dilakukan untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Umar menyampaikan itu dalam acara Halaqah Kebangsaan Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar MUI disiarkan di kanal YouTube MUI, Rabu (26/1).

Meski demikian, Umar tak merinci masjid mana saja yang masuk dalam pemetaan Polri tersebut. Dia hanya mengatakan ada masjid yang cenderung ‘keras’.

“Masjid warnanya macam-macam ada yang hijau, ada yang keras, ada yang semi keras dan sebagainya. Ini jadi perhatian kita semua,” kata Umar. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here