PBNU Bakal Adakan Muktamar Internasional Fiqih Pertama di Surabaya

65

Jakarta, Muslim Obsession – Untuk pertama kalinya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menyelenggarakan muktamar internasional fiqih peradaban di Surabaya, pada 6 Februari 2023, mendatang.

“Muktamar fiqih peradaban adalah muktamar fiqih pertama akan diselenggarakan pada 6 Februari 2023 bertepatan dengan tanggal 15 rajab 1944. NU didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 maka beberapa bulan lagi NU akan mencapai usia 100 tahun atau 1 abad,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam sambutannya di acara gala dinner pengantar muktamar internasional fiqih hadharah, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (15/12/2022) malam.

Gus Yahya kemudian menginformasikan, selang satu hari setelah muktamar internasional terlaksana, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan hajatan akbar satu abad NU di Sidoarjo, Jawa Timur. Tentunya acara tersebut akan mengundang dan melibatkan banyak warga Nahdliyin se-Indonesia.

“Pada tanggal 16 Rajab 1944 bertepatan dengan Februari 2023 kami akan menggelar suatu peringatan/hajatan besar untuk memperingati 1 abad NU. Kegiatan besar ini akan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1 juta orang dari warga NU dan akan diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur,” terang dia.

Ia juga menyampaikan muktamar yang mengangkat topik Penilaian Fiqih atas Legitimasi Piagam Perseriatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Landasan Utama: Membangun Landasan Fiqih untuk Perdamaian dan Harmoni Global ini rencananya akan mengundang beberapa tokoh agama dan para ulama di Nusantara bahkan dunia.

Hingga saat ini, tokoh agama dan ulama yang terkonfirmasi akan hadir dalam kegiatan yang merupakan puncak perhelatan 100 tahun NU ini antara lain, Grand Syeikh Al Azhar Ahmad Ath-Thayyeb, Grand Mufti Mesir Syauqi Ibrahim Allam, dan Tokoh Akademi Fiqih Internasional Koutoub Moustapha Sano

“Jadi, pada 6 Februari 2023 itu kami akan mengundang pembicara-pembicara, peserta-peserta , dan para ulama di seluruh dunia, uga para pengamat di belahan dunia lainnya. Kami telah mendapatkan konfirmasi kesediaan hadir dari Grand Syeikh Al Azhar, Mufti Mesir, dan Tokoh Akademi Internasional Fiqih,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Rembang itu.

Adapun ulama Indonesia yang menjadi pembicara kunci dalam muktamar internasional itu adalah Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Profesor HM Quraish Shihab, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, dan Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir.

“Tokoh lain, seperti Sekjen Liga Muslim Dunia, Habib Ali Zainal Al Jufri, dan beberapa tokoh lain sedang kami komunikasikan lebih lanjut, untuk nantinya dapat menyampaikan pidato-pidato yang kita catat sebagai pemikiran-pemikiran para ulama tersebut mengenai masalah-masalah yang sedang kita hadapi saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa muktamar internasional ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan PBNU, dalam merespons seputar permasalahan yang terjadi, juga sebagai wadah mencari solusi bagi masalah-masalah keagamaan yang terjadi di muka bumi.

“Tahun 1944 ini akan menjadi permulaan diselenggarakannya muktamar tentng fiqih peradaban ini. Dan insyaallah tahun depan akan digelar hingga seterusnya. Karena berbagai masalah seputar peradaban ini yang seharusnya menjadi fokus pemikiran bagi para ulama kita,” imbuh Gus Yahya.

Untuk diketahui bersama, perhelatan akbar puncak harlah satu abad NU yang akan diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur mendatang, akan dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring). Sehingga dapat diikuti oleh warga NU di mana pun berada. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here