Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-97)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

224
Lukisan tentang Nebukadnezar melihat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dibakar di tungku api, namun yang nampak ditungku api berjumlah 4 orang. (Sumber: WordPress.com)

Raja khawatir atas perbuatan rakyat Khaldea kemudian Tuhan orang Yudea sangat marah pada bangsa Kaldea dan mengirim utusan untuk menghukum Khaldea dan penduduknya.

Sejak peristiwa itu kaum Yudea diberikan kebebasan oleh Nebukadnezar II untuk melaksankan ibadah menyembah Allah, melaksanakan ajaran tauhid dan diperbolehkan mendirikan Bait EL nya sendiri di Babel.

Namun peristiwa di tungku api itu tidak membuat Nebukadnezar sadar tentang Allahnya Bani Israel yang telah menunjukkan Maha KuasaNya dan membuat Dewa Mardukh tidak ada artinya. Nebukadnezar dan rakyatnya tetap menyembah Dewa Mardukh. Sifat kekuasaan yang menindas juga tetap ditunjukkan oleh Nebukadnezar.

h. Raja Yang Menolong Bani Israel dari Perbudakan di Babilonia.

Ketika Kaldea menjatuhkan Yerusalem, mertua Nebukadnezar yaitu Raja Midia melanjutkan serangan invasinya ke Asia Kecil di wilayah kerajaan Lydia. Ternyata kerajaan Lydia tidak mudah untuk ditaklukkan. Selama lima tahun, sepanjang tahun 590-585 SM, kedua pasukan beberapa kali bertempur di seberang sungai Halys, namun tidak pernah ada pihak yang memenangi peperangan.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-92)

Nebukadnezar mengambil kesempatan untuk merangkul kedua belah pihak dengan mengirim utusan perdamaian, yaitu Nabonidus. Perdamaian terjadi setelah disepakati dengan perkawinan Astyages anak raja Cyarxes raja Midia dengan Aryenis putri Alyates raja Lydia.

Bukan kebiasaan Nebukadnezar memilih jalan damai untuk menyelesaikan masalah perebutan kekuasaan wilayah. Namun dengan inisiatif perdamaian tersebut, Khaldea mempunyai dua negeri sekutu yang menghormatinya sebagai pemimpin sekutu.

Langkah tersebut juga mungkin sangat dipengaruhi oleh mimpinya yang ditakwil oleh Nabi Daniel. Tidak lama kemudian Cyarxes meninggal dan kekuasaannya digantikan Astyages saudara istri Nebukadnezar.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-91)

Astyages hanya memiliki anak perempuan dari istri-istrinya. Salah satu anak perempuannya yaitu Mandane diperolehnya dari Aryenis. Hingga Mandane dewasa Astyages juga belum memperoleh anak laki-laki. Astyages sangat khawatir tidak mempunyai anak laki-laki yang akan menjadi calon penggantinya. Dia tidak ingin suami anak perempuanya tiba-tiba menggantikannya.

Bahkan Asytiages juga berpikir jika nantinya tahtanya langsung jatuh ke cucunya, yang hal itu tidak dinginkannya, yaitu jika Mandane bersuami kemudian mempunyai anak laki-laki yang akan menjadi penggantinya. Jika hal itu terjadi, maka cucunya itu juga cucu musuhnya.

Astyaghes melihat jalan keluar pada raja negeri kecil taklukan Midia, yaitu kerajaan kota Anshan. Kemudian Mandane dikawinkan dengan Kambises yang telah menggantikan tahta ayahnya, yaitu Cyrus. Dengan demikian Astyages telah menjauhkan atau bahkan menyingkirkan Mandane anaknya satu-satunya tersebut dari istananya. Mandane segera hamil.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here