Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-168)

IX. Nabi Muhammad ﷺ.

194
Lukisan Nabi Maleakhi. (Sumber: id.m.wikipedia.org)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

3) Datangnya puluhan ribu orang kudus.

Nabi Musa sebelum menjalankan perintah Allah agar naik ke gunung Nebo di puncak Pisga atau Pisgah, memberika nubuwahnya kepada Bani Israel. Salah satu nubuwahnya, yang tercantum dalam Kitab Ulangan 33:2-3 yaitu:

“Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir, Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah (bersama) puluhan ribu orang yang kudus, ditangan kanannya tampak kepada mereka api (hukum) yang menyala-nyala”.

Puncak Pisgah adalah puncak gunung Nebo yang letaknya di timur sungai Yordan dan timur laut Laut mati.

Nubuwah Nabi Musa ini menjelaskan bahwa Tuhan telah memberikan ajaran Tauhid kepada Bani Israel melalui Nabi Musa sejak dari perjalanan Bani Israel bersama Nabi Musa di Sinai.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-167)

Setelah menyeberangi laut dan tenggelamnya Fir’aun Merneptah, dan ketika rombongan Bani Israel sampai di Sinai, Allah membuat perjanjian dengan Bani Israel yang dikenal dengan 10 perintah Tuhan dan ketika Nabi Musa di puncak Sinai setelah bermunajat selama 40 hari, Nabi Musa mendapatkan kitab Taurat.

Ketika perjalanan sampai di Seir di gurun Zin (sekarang berada di wilayah Mesir dan Yordania), melalui Nabi Musa Bani Israel mendapatkan banyak risalah sehingga Taurat menjadi lengkap sebagai petunjuk bagi Bani Israel.

Risalah Taurat akan bersinar menyala-nyala di pegunungan paran (membentang selepas dari Sinai Mesir, Yordania hingga ke Makkah) ketika dibawa orang yang diikuti puluhan ribu orang yang suci. Orang tersebut di tangan kanannya membawa api yang menyala-nyala.

Tidak ada kisah Nabi Bani Israel yang hidup di pegunungan Paran yang diikuti puluhan ribu orang suci dengan membawa api yang bersinar menyala-nyala. Makkah atau Bakkah dan Madinah ada di kawasan pegunungan yang berjajar merupakan bagian pegunungan paran.

Sejarah menunjukkan, Nabi Muhammad memasuki Makkah dari Madinah dengan diikuti puluhan ribu kaum muslim, dan tangan kanannya membawa api atau hukum yaitu risalah Al-Qur’an yang bersinar menyala-nyala yang menyempurnakan Taurat.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-166)

4) Adonai Dawud.

Nabi Dawud bernubuwah tentang Adon beliau yang diinformasikan pada Majmur pasal 110:1-2, yaitu: “Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku, duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu. Tongkat kekuatanmu akan diulurkan Tuhan dari Sion, memerintahlah di antara musuhmu!”.

Siapakah Adon atau tuan Nabi Dawud yang duduk disebelah kanan Allah? dan menjadikan musuh-musuhnya menjadi tumpuan kakinya. Tongkat kepemimpinan yang menjadi kekuatannya akan diberikan oleh Allah dari Sion (Yerusalem) dan setelah mendapatkan tongkat itu kemudian memerintah dan menghadapi musuhnya.

Nubuwah tersebut dapat dikonfirmasi pada: pertama, nubuwah Nabi Ya’qub kepada Yehuda, dimana tongkat akan berpindah kepada dia yang berhak ketika telah datang. Dengan nubuwah Nabi Dawud tersebut, maka tongkat kepemimpinan tersebut diulurkan dari Sion (Yerusalem) kepada dia.

Kedua, dapat pula dikonfirmasi pada nubuwah Nabi Maleakhi atau Malakhi yang tertulis dalam Kitab maleakhi 3:1, yaitu: “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku, tiba-tiba ia akan masuk ke bait-Nya. Ia adalah Adon yang engkau inginkan, dan pesuruh yang dijanjikan yang menggembirakanmu. Sesungguhnya dia sedang datang. Firman Tuhan pemilik bait”.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-165)

Siapakah utusan Allah yang “ tiba-tiba “ masuk ke bait-Nya. Nubuwah ini disampaikan oleh Nabi Bani Israel. Dengan demikian baitNya yang dimaksud adalah Haikal Sulaiman.

Siapakah yang tiba-tiba masuk ke bait-Nya. Tidak ada Nabi Bani Israel yang masuk ke Haekal Sulaiman secara tiba-tiba, karena semua Nabi Bani Israel pergerakannya diketahui oleh Bani Israel. Kata tiba-tiba mengisyaratkan bahwa utusan atau pesuruh yang dijanjikan itu tidak dikenal oleh Bani Israel.

Kedatangannya yang tiba-tiba tidak diduga Bani Israel. Orang tersebut, yang akan menjadi Adon Bani Israel dan akan menggembirakan Bani Israel.

Nubuwah Nabi Maleaki ini pada kalimat “sesungguhnya dia sedang datang” dapat di konfirmasi dengan QS. Al-Isra’ 1, yaitu “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat”.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-164)

Kata-kata “sesungguhnya dia sedang datang” menunjukkan adanya hamba Allah (Muhammad) yang akan diperjalankan. Kedatangannya yang tiba-tiba menunjukkan kedatangan Muhammad pada malam hari dari tempat yang jauh (Makkah) kemudian masuk ke Masjidil Aqsha, yang sosok Muhammad ini tidak dikenal dan tidak diduga Bani Israel.

Saat peristiwa ini, Bani Israel telah ratusan tahun terusir dari Yerusalem, tanah Idumea, Yudea maupun Samaria. Sedang Haekal Sulaiman telah hancur dan di sekelilingnya terdapat beberapa gereja yang dibangun oleh imperium Roma dan Bizantium dan Yerusalem telah menjadi kota Kristen.

QS. Al-Isra’ 1 dapat pula dimaknakan bahwa kedatangan Nabi Muhammad ke Masjidil Aqsha atau Haekal Sulaiman adalah simbul dari tongkat kepemimpinan telah berpindah dari tangan keturunan Yehuda beralih kepada Nabi Muhammad keturunan Ismail bin Ibrahim serta simbol dari penyatuan dan penyempurnaan risalah tauhid sejak dari Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lainnya yang sebagian besar dari Bani Israel.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here