Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-165)

IX. Nabi Muhammad ﷺ.

74
Reruntuhan Bendungan Marib di Yaman. (Sumber: Wikipedia)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Selama masa yang cukup panjang, kota Makkah menjadi kota trasit perdagangan bagi kota-kota kecil di jazeerah Arabiya. Selama ribu tahun kedudukan Makkah sebagai kota transit perdagangan di jazeerah Arabiya.

Meskipun tidak bisa menjadi kota yang kaya namun kedudukannya tidak dapat dikalahkan oleh sesama kota transit perdagangan lainnya di Arabiya, yaitu kota Marib yang terletak di timur kota Sana’a di Yaman.

Kota Marib terkenal sebagai kota yang subur karena adanya bendungan Marib dan system irigasi yang sangat bagus sehingga kota Marib selain nyaman untuk transit perdagangan juga tersedia banyak macam produk perkebunan dan peternakan.

Bendungan Marib di bangun oleh kaum Saba’ sekitar tahun 750 SM, atau sekitar dua abad setelah masa ratu Bilqis. Namun sekitar tahun 540, karena adanya perubahan cuaca ekstrim, musim hujan ekstrim membuat bendungan Marib tidak mampu menampung luapan air sehingga jebol.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-164)

Banjir Marib membuat musnahnya sebagian besar pemukiman, perkebunan dan peternakan di kota Marib, sistim irigasi hancur, sebagian besar penduduknya hilang dan mati. Penduduk kota Marib yang hidup tinggal sedikit, dan kemudian banyak pindah ke utara hingga ke kota Yatsrib sampai ke wilayah Yordan, dan yang pergi ke arah timur menuju ke wilayah Oman.

Bendungan Marib tidak bisa diperbaiki hingga saat ini. Kondisi kota Marib yang hancur membuat kota Makkah menjadi kota sentral transit perdangangan di jazeerah Arabiya.

QS. Saba’ ayat 15-16, menunjukkan bahwa kehancuran bendungan Marib adalah adzab Allah bagi kaum Saba’ karena mereka telah bepaling dari Allah. Kebun kebun yang subur digantikan dengan pohon-pohon yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon sidr. Kaum Saba’ dalam kesehariannya telah melupakan Tuhannya, kemudian di adzab dimusnahkan sumber penghidupan dan kekayaannya.

Pohon-pohon buahnya diganti dengan pohon yang tidak diketahui bagaimana bisa tumbuh di bekas perkebunannya, yaitu pohon atsl yang rantingnya berduri tajam seperti jarum dan pohon sidr atau bidara yang ada buahnya. Namun dengan adanya pohon atsl dan sidr ini, bekas bendungan Marib masih dapat menyimpan air, karena akar kedua pohon itu menancap sampai dalam dan pohonnya rindang.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-163)

Dalam hubungannya dengan imperium Bizantium dan Persia, terdapat dua suku besar di utara dan timur jazeerah arab yang mempunyai hubungan erat dengan kedua imperium tersebut. Bani Lakhmid menguasai wilayah yang cukup luas di timur jazeerah Arabiya berafiliasi dengan imperium Persia dan bani Ghasan yang mengusai wilayah yang cukup luas di bagian utara berafiliasi dengan imperium Bizantium.

Karena hubungan yang sangat dekat tersebut, bani Ghasan maupun bani Lakhmid kehidupan religiusnya mayoritasnya beragama Kristen, kebanyakan dari aliran Arian dan Nestorian. Kedua suku besar ini tidak banyak kisahnya dalam hubungannya dengan kota-kota di pusat jazeerah maupun dengan bagian selatan jazeerah Arabiya, namun kotanya menjadi lintasan perdagangan bagi kafilah dagang dari Makkah, Yatsrib maupun Yaman.

Di samping dua suku tersebut, terdapat suku yang cukup besar, antara lain suku Ghatafan, Ghifar, Hanifa, Hawazin, Qurais, Ka’b, Azd, Kindah, dan beberapa lainnya yang sangat berkaitan dengan riwayat Nabi Muhammad.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-162)

Meskipun ada hubungan dagang antara Makkah dan Yatsrib dengan kota-kota di negara sekitarnya seperti Damaskus, Yerusalem dan Ctesiphon, namun kehidupan religius di Makkah dan Yatsrib dan kota-kota kecil suku-suku arab lainnya di wilayah selatan sampai perbatasan Yaman tidak terlampau terpengaruh oleh agama Kristen maupun Zoroaster (Majusi) yang menjadi agama mayoritas penduduk Persia.

Di Persia saat itu antara yang beragama majusi dengan Kristen mungkin malah sudah berimbang jumlahnya.

Berhala di dalam Ka’bah dan halaman Ka’bah masih sangat banyak jumlahnya, terdapat sekitar 360 nama berhala. Setiap suku arab di jazeerah Arabiya mempunyai berhalanya sendiri di Ka’bah. Dengan demikian, jumlah berhala di Ka’bah dapat menjadi gambaran tentang jumlah suku-suku Arabiya yang cukup banyak, atau sedikit sekali bahkan hampir tidak terpengaruh oleh agama Yahudi, Kristen maupun Majusi.

Ka’bah adalah pusat kehidupan religius suku-suku Arabiya yang setiap tahun mereka berdatangan ke Ka’bah untuk melaksanakan ritual yang bermula dari ajaran ritual tauhid peninggalan nabi Ibrahim, Ismael dan Hajar, yaitu Haji.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-161)

Namun setelah 2.500 tahun lebih terdapat penyimpangan ibadah hingga menjadi bermacam macam perbedaan ritual Haji seiring dengan penyembahan berhala yang bermacam macam pula.

Dalam pelaksanaan haji, terdapat aturan yang dipegang teguh oleh suku-suku arab yaitu jika telah datang musim haji dilarang melakukan perang antar kabilah maupun antar suku. Semua pedang harus diletakkan dan tidak digunakan.

Bulan haji adalah bulan ibadah dan bulan perdamaian. Tradisi ibadah haji yang masih dilaksanakan oleh suku-suku Arabiya juga menjadi bukti bahwa kebanyakan suku-suku Arabiya hampir tidak terpengaruh oleh agama lainnya. Ada sedikit pemeluk agama Kristen di Makkah, salah satunya adalah Waraqah bin Naufal, yang sangat mungkin bermadzab Nestorian atau Arian.

Di kota-kota perdagangan jzeerah Arabiya, banyak tinggal suku-suku Israel, terutama jalur perdagangan menuju Damascus di Syam dan menuju kota Ctesipon (dekat Babilonia) Persia terutama di kota Yatsrib, Khaibar, Tabuk, Bostra, Dumah dan lainnya. Namun suku-suku Arabiya juga tidak terpengaruh untuk memeluk agama Yahudi.

Suku-suku Israel banyak tinggal di kota tersebut disebabkan pada beberapa ratus tahun sebelumnya, mereka di perbudak di Babilonia dan pada masa setelah Nabi ‘Iysaa, mereka terusir dari wilayah Yudea dan hanya boleh tinggal di wilayah Galilea. Dari wilayah Galilea dan Babilonia ini kemudian mereka tersebar di kota-kota jalur perdagangan tersebut.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here