Orang yang Tak Peduli Adzan Lebih Nakal dari Setan

522

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Adzan adalah panggilan agar segera shalat. Dan shalat adalah jalan untuk mendapatkan kemenangan dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Lafazh “Hayya ‘alal falah” (حي على الفلاح) yang bermakna “mari meraih kemenangan” adalah dengan cara melakukan shalat.

Jika, adzan dikumandangkan, setoplah semua kegiatan dan dengarkan adzan. Hentikan ngobrol, hentikan rapat, dan simaklah kalimat demi kalimat adzan dan dijawab, jangan didiamkan tanpa menyahut.

Kata adzan (اذان) adalah dari akar kata udzun (اذن) bermakna “telinga”. Maka, saat adzan dikumandangkan, pasanglah telinga baik-baik, sampai adzan selesai. Setelah selesai, langsung angkat kedua tangan BERDOA.

BACA JUGA: Berita Gembira untuk Orang yang Penuh Harap

Kata shalat juga bermakna “doa”. Isi shalat semuanya adalah doa. Maka, jika shalat, berarti sedang berdoa.

Sungguh shalat itu nikmat dirasakan jika dilakulan dengan tenang, khusyuk tidak tergesa gesa, dan saat membaca bacaan shalat, pikiran tekun menghayati maknanya.

Rasulullah SAW mengingatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ. فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى. (رواه البخارى رقم ٥٧٣)

“Jika adzan dikumandangkan, setan berlari menjauh sambil buang angin (terkentut-kentut ketakutan) sampai membuar setan tidak mendengar suara adzan. Jika adzan selesai, setan pun kembali. Apabila Iqamat dikumandangkan setan menjauh lagi, jika Iqamat telah selesai dikumandangkan, setan kembali lagi, lalu setan menyelinap masuk ke dalam hati orang orang seraya berkata: teringatlah banyak hal; hal ini dan hal itu, menggangu pikiran sehingga membuat orang tidak ingat apa-apa sebelumnya. (Setan terus menggoda pikiran) hingga orang pun lupa sudah berapa rakaat yang sudah ia laksanakan dalam shalatnya,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari No.573).

BACA JUGA: Tingkatkan Lagi Ibadah di Zaman Ruwaibidhah

Hadits ini menejelaskan bahwa setan saja yang pemberani itu, berani menantang Tuhan, sangat takut pada suara adzan sehingga berlari menjauh dari Tuhan, maka mestinya orang yang beriman jauh lebih peduli pada suara adzan untuk segera berlari mendekat kepada Tuhan.

SOLUSI:

1. Jika mendengar suara adzan, segeralah tinggalkan semua pekerjaan dan segera berwudhu. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan sehari-hari, agar dijauhi dari gangguan setan.

2. Kosongkan hati dan pikiran dari hal-hal duniawi, fokuskan pada soal shalat agar tidak digoda oleh setan. Lakukan hal ini mulai sekarang. Jangan pernah abaikan adzan.

Yaa Allah, mudahkan kami melakukan semua yang Engkau Perintahkan, dan menjahuhi semua yang Engkau haramkan.

Lindungi kami dari godaan setan. Ampuni dosa-dosa kami, rahmati dan berkati hidup mati kami semua yang membaca dan menyebarkan tulisan ini yaa Allah. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here