Orang Pertama yang Terima Transplantasi Jantung Babi

68

Jakarta, Muslim Obsession – Dialah David Bennett, 57 tahun, manusia pertama yang menjalani transplantasi jantung dari babi. Operasi dilakukan di Baltimore, Maryland, AS, pada 7 Januari 2022, menggunakan organ jantung yang telah direkayasa secara genetis.

Jantung donor dari babi tersebut disediakan oleh perusahaan Amerika, Revivicor. Perusahaan itu secara keseluruhan telah merekayasa 10 gen pada babi. Sebanyak empat di antaranya direkayasa dengan cara dilumpuhkan, termasuk satu yang bisa memicu respons imun agresif pasien penerima.

Satu gen lagi yang dibuat inaktif adalah yang dapat memacu jantung babi itu terus tumbuh setelah dicangkokkan.

Sebaliknya, untuk memperkuat daya terima tubuh Bennett atas organ asing itu, sebanyak enam gen disusupkan ke genom jantung babi itu. Kepada Bennett juga diberikan obat-obatan yang bisa meredam respons imun tubuhnya.

Saat artikel ini diberitakan 11 Januari, Bennett dalam kondisi baik dengan organ jantung barunya itu, meski mesin yang membantu bypass antara jantung dan paru-parunya masih digunakan. Tim medis yang menangani operasi itu mengatakan kepada New York Times kalau jantung babi dalam dada Bennett tampak berfungsi bekerja dan terlihat normal.

“Ini adalah sebuah langkah besar yang bisa Anda bandingkan dengan pendaratan manusia pertama di Bulan,” kata Joachim Denner dari Free University of Berlin.

Transplantasi organ dari hewan, dikenal sebagai xenotransplantasi, telah sejak lama dipandang sebagai sebuah cara untuk bisa menyelamatkan nyawa ribuan orang yang melayang setiap tahunnya menunggu ketersediaan donor organ. Tantangan terbesarnya adalah apakah sistem imun tubuh manusia akan bisa menerima jenis organ yang didonorkan tersebut.

Itu menimbang banyak kasus reaksi tubuh menolak terjadi bahkan di antara donor dan penerima yang sesama manusia dan secara imunologi telah dengan hati-hati dicocokkan.

Banyak kelompok penelitian telah mencoba selama bertahun-tahun untuk memodifikasi babi sehingga organ-organnya tak memicu reaksi imun berlebih. Sebagian lalu berhasil mencangkokkannya ke hewan lain jenis primata seperti baboon.

Denner mengatakan hari-hari pertama usai operasi dilakukan adalah masa yang kritikal, meski penolakan oleh imun tubuh bisa berlangsung mingguan atau berkembang lebih lama lagi.

Denner mengungkapnya karena terlibat dalam riset primata pengguna donor organ dari babi, juga dari Revivicor. “Kita harus cermati benar. Kita harus tunggu dan lihat perkembangannya,” katanya.

Adapun Bennett disetujui menjalani prosedur yang sangat berisiko ini karena kondisinya yang sudah terlalu berat untuk bisa berada di daftar tunggu donor jantung dari manusia lain. Jika dia bisa melalui pencopotan mesin bypass dan kondisinya terus membaik, sekelompok besar pasien lain mungkin untuk mengikuti jejaknya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here