Nyanyikan Lagu Maju Tak Gentar, Ini Pidato Perpisahan Anies

167

Jakarta, Muslim Obsession – Anies Baswedan memasuki hari terakhir sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di depan masyarakat dan ASN, Anies menyampaikan pidato perpisahannya.

Perpisahan Anies digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (16/10/2022). Dalam pidatonya, Anies mengembalikan mandat ke warga Jakarta.

“Hari ini 16 Oktober 2022 tepat lima tahun ke depan, ini adalah masa penghabisan bagi saya dan Pak Ahmad Riza Patria dalam memimpin Jakarta. Izinkan kami berdua mengembalikan mandat ini kembali ke warga Jakarta,” ujar Anies.

Anies juga menyinggung soal kerja nyata yang dilakukan Pemprov DKI selama lima tahun belakangan. Anies menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama memimpin Jakarta.

Selain itu, Anies juga menyanyikan ‘Maju Tak Gentar’ dan mengulang-ulangi lirik ‘Majulah majulah menang’.

Berikut pernyataan lengkap Anies saat perpisahan di Balai Kota DKI:

Luar biasa semua yang hadir di sini. Ini kita dari tadi sudah dengerin sambutan, kita nyanyi dulu boleh nggak. Kita nyanyi lagu yang bersemangat ya. Kita nyanyi hapal nggak Berkibarlah Benderaku. Saya kasih aba-aba.

Berkibarlah benderaku. Lambang suci gagah perwira. Di seluruh pantai Indonesia. Kau tetap pujaan bangsa. Siapa berani menurunkan engkau serentak rakyatmu membela. Sang merah putih yang perwira berkibarlah selama-lamanya. Kami rakyat Indonesia. Bersedia setiap masa. Mencurahkan segenap tenaga. Supaya kau tetap cemerlang. Tak goyang jiwaku menahan rintangan. Tak gentar rakyatmu berkorban. Sang merah putih yang perwira berkibarlah selama-lamanya.

Satu lagi ya, yang menggambarkan kita semua, kita semua, kita benar, kita maju, kita tak gentar.

Maju tak gentar membela yang benar. Maju tak gentar tak kita diserang. Maju serentak mengusir penyerang. Maju serentak tentu kita menang. Bergerak bergerak. Serentak serentak. Menyerang menerkam terjang. Tak gentar tak gentar. Menyerang menyerang. Majulah majulah menang. Majulah majulah menang. Majulah majulah menang. Majulah majulah menang.

Ini kita menghadapnya ke utara, tapi banyak juga yang di belakang sana. Mohon izin pada yang posisinya di teras Balai Kota, saya bicaranya menghadap ke arah utara tapi sesungguhnya ini bicara untuk semuanya.

Assalamualaikum, salam sejahtera untuk kita semua. Saudara-saudara semua, 5 tahun yang lalu 16 Oktober 2017, saya berdiri di tempat ini, saat itu saya menyampaikan kepada saudara-saudara semua bahwa saya telah menerima mandat dari warga Jakarta dan saya katakan saya akan bekerja keras dan saya akan bekerja sungguh-sungguh dengan izin Allah bisa akan bisa menunaikan semua yang dijanjikan.

Hari itu, lima tahun yang lalu menjadi penanda awal perjuangan dalam menghadiahkan kebaikan, menghadirkan keadilan yang diharapkan seluruh warga Jakarta. Kita ingin kotanya maju dan warganya bahagia.

Hari ini 16 Oktober 2022 tepat lima tahun ke depan, ini adalah masa penghabisan bagi saya dan Pak Ahmad Riza Patria dalam memimpin Jakarta. Izinkan kami berdua mengembalikan mandat ini kembali ke warga Jakarta. Doakan kami, doakan kami dan jadilah saksi bagi kami, saksi yang nanti akan bersama pada saat kami mempertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT sang pemilik segala kekuasaan, yang memberikan kekuasaan kepada siapa pun yang ia kehendaki, dan yang mencabut kekuasaan dari siapa pun yang ia kehendaki.

Saudara-saudara sekalian, seluruhnya warga Jakarta atau dari luar Jakarta yang saya amat cintai. Saya tidak akan bicara panjang kali ini. Saya tidak akan bicara panjang karena dua alasan.

Pertama, biarkan kerja Pemprov Jakarta selama lima tahun mereka yang berbicara, biarkan karya itu jadi bukti nyata. Tak perlu dikatakan di pidato ini, lihatlah kenyataan yang ada di Jakarta, tunjukkan di sana kenyataan, kita tidak mengirimkan pernyataan, kita kirimkan kenyataan.

Kedua, saya tidak akan bicara panjang-panjang karena kerja untuk bangsa dan negara ini masih panjang ke depan, satu babak berakhir, mari sambut babak berikutnya. Karena kerja untuk menghadirkan keadilan sosial bukan hanya untuk Jakarta, karena kerja untuk menghadirkan keadilan sosial adalah terus menerus karena kerja untuk Indonesia tidak akan berhenti di tempat ini.

Karena itu, di hari terakhir masa tugas kami di sini izinkan saya menyampaikan dengan lantang dan dari lubuk hati yang terdalam terima kasih Jakarta. Terima kasih atas amanat yang diembankan, terima kasih kepercayaan yang disematkan, terima kasih atas dukungan yang diberikan, terima kasih atas kerja yang disumbangkan, terima kasih atas kritik yang dikirimkan, terima kasih atas doa dari tempat sunyi yang pendapatnya tidak pernah kita lihat wajahnya, terima kasih kepada semua.

Secara khusus izinkan saya terima kasih yang hadir hari ini, yang berkumpul di Balai Kota yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu, kepada semua yang menyaksikan dari penjuru Ibu Kota dan daerah lain di Indonesia, saya ucapkan terima kasih.

Kita telah melewati bersama-sama, melewati perjalanan mulia selama lima tahun ini. Saya sampaikan pesan kepada semua, mari kita terus dukung Pemprov Jakarta ke depan dalam meneruskan program-programnya, dalam menjalankan rencana-rencananya dan menuntaskan kerjanya dan terus menjaga agar Jakarta kota global tetap setara dengan kota lainnya, di mana kotanya maju dan warganya bahagia. Ada keadilan, kesejahteraan, ada kesetaraan dan kelestarian yang tidak kalah penting kota yang mengibartinggikan nama Indonesia di mata dunia.

Terakhir, saya mohon ampunan kepada Allah SWT dan mohon maaf semua yang hadir dan semua yang hadir dari sini khilaf saya dan khilaf keluarga saya dan seluruh jajaran yang bekerja di bawah kepemimpinan saya bila mungkin ada salah, khilaf. ada luka, ada yang tersinggung, luka, ada yang tak nyaman, maafkan. Insyaallah akan membukakan pintu ampunan-Nya kepada kita.

Saudara-saudara yang saya cintai dan saya banggakan, sebagai penutup izinkan saya pamit, kami datang tampak muka, kami pulang tampak punggung. Semoga Allah merahmati kota Jakarta dan melindungi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here