NasDem: 2014 Jokowi Bukan Siapa-Siapa, Kita yang Pertama Mendukung Capres

74

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, menyadari keputusan Ketua Umum Surya Paloh menetapkan Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden 2024 dianggap sebagian orang terlalu cepat dan terburu-buru.

Namun, Nasdem memang sudah punya pengalaman ketika mengumumkan Presiden Jokowi pada Pemilu 2014 silam. “Tradisi menetapkan calon presiden dari awal ini bukan hal baru bagi Partai Nasdem,” kata Ali saat memperingati HUT Partai NasDem di Senayan pada Kamis, 10 November 2022.

Sejak berdirinya partai ini tahun 2013, Ali mengatakan Nasdem sudah mengikuti kontetasi Pemilu 2014. Saat itu, kata dia, Nasdem menetapkan calon presiden lebih awal ketika mencalonkan Joko Widodo sebagai calon Presiden 2014.

“Saat itu bukan siapa-siapa,” kata dia.

Surya Paloh Punya Naluri Politik

Tentu saja, Ali menyebut Ketua Umum Surya Paloh memiliki intuisi dan naluri politik serta pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan. Pada 2014, Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta diumumkan Nasdem sebagai calon presiden.

“Pengalaman ketua umum kita yang sudah begitu lama makan asam garam dalam dunia politik, dia bisa mencium insya Allah Bapak Jokowi yang saat itu bukan siapa-siapa. Atas keyakinan itu, kita mencalonkan beliau dan Alhamdulilah beliau menjadi presiden yang beprestasi mengantarkan Indonesia sampai pada posisi hari ini,” katanya.

Begitu juga, kata Ali, penetapan Anies oleh Ketua Umum itu bukan pertimbangan yang ujug-ujug atau pertimbangan emosional. Akan tetapi, lanjut dia, penetapan ini adalah pertimbangan yang sangat rasional berdasarkan rekam jejak yang dimiliki Anies Baswedan.

“Tentunya, menjadi salah satu pertimbangan adalah prestasi Anies Baswedan ketika memimpin Jakarta,” kata dia.

Memang, Ali menyadari keputusan menetapkan Anies menjadi calon Presiden tidak memuaskan semua kader Nasdem. Namun, ruang diskusi itu telah selesai semenjak proses atau sebelum berakhirnya rekomendasi DPP dalam rapat kerja nasional.

“Yaitu menetapkan tiga nama Anies, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa untuk menjadi capres yang direkomendasikan oleh partai lewat Rakernas. Mandat itu kita berikan sepenuhnya kepada ketua umum. Lewat diskusi panjang, ketua umum menetapkan satu nama, saudara Anies Baswedan akan menjadi Presiden RI,” katanya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here