Muktamar ke-2 (1989): Hartono Mardjono Calon Kuat, Buya Ismail yang Terpilih

328

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Hasil pemilihan formatur Hartono Mardjono terlempar dari 7 besar. Suara tertinggi justeru diperoleh Muchsin Bafadhal dari NTB.

Dua tokoh NU berhasil masuk formatur, Sulaiman Fadly (Jatim) dan Karmani (Jateng). Kelompok enam hanya terwakili Husnie Thamrin dan Ismail Hasan Metereum. Naro masih mendapat suara, walaupun paketnya amblas. Juga ada Djufri dari DKI.

Di tengah malam itulah Hartono Mardjono jatuh tersungkur dan pingsan. Pingsan yang sebenarnya. Para muktamarin heboh. Hartono digotong. Dokter dan ambulance segera didatangkan ke Ball Room Hotel Horizon.

Baca juga: Fusi PPP Harus Tuntas, Parmusi Saja Ada Kader-Kader NU

Pendukung Hartono “mengamuk” ada pengkhiatan yang menggembosi suaranya. Saling tuduh, sempat terjadi. Siapa yang mengkhianati siapa. Runyam, hasil pemilihan di luar skenario.

Buya Ismail yang selalu menolak jabatan ketua umum, tinggal satu-satunya yang bisa bulat diterima formatur. Adapun Naro memilih walk out dari rapat formatur. Formatur memilih Ismail Hasan Metereum SH (MI) sebagai Ketua Umum. Matori Abdul Djalil (NU) sebagai Sekretaris Jenderal. Syaiful Anwar Husein (SI) sebagai bendahara umum.

Format Pengurus Harian DPP “agak gemuk” untuk mengakomodasi semua komponen. Komposisi kepengurusan berbagi mendekati format fusi 4 partai (MI, NU, Parmusi dan Perti).

Baca juga: Ketum Parmusi: Kembalikan 6 Prinsip Perjuangan Jika PPP Ingin Dipercaya Umat

Tokoh NU Jawa Tengah KH Imam Sofwan menjadi Ketua MPP.

Muktamar ke-2 juga momentum rekruitmen sejumlah intelektual. Nama-nama beken seperti AM Saefuddin, Bintang Pamungkas, Saleh Khalid, Hadimulyo, Abdullah Sarwani masuk dari sini.

Departeman dan Lembaga disusun melibatkan banyak anak muda pendatang baru. HMI/PII dan PMII menjadi sumber kader PPP. Aktivis pergerakan seperti Imam Soehardjo, Khalik Ahmad, Isa Muchsin, Ahmad Muqowam, Asikin Khaharudin, Khofifah, Ermalena dll. berangkat dari sini.

Saya senang terpilih sebagai Wakil Ketua Departemen Penerangan bersama Ketua Danial Tandjung. Pengumuman nama nama PH DPP, Departemen dan Lembaga dilakukan serentak. Sebuah kenangan ikhtiar membangun kebersamaan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here