Muhammadiyah Usul Sidang Isbat Ditiadakan, Begini Respons PBNU

487
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Media Indonesia)

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons usulan penghapusan sidang isbat yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, penyelenggaraan sidang isbat sudah menjadi aturan. Maka jika ada usul peniadaan, proses penghapusannya perlu proses panjang.

“(Penghapusan) sidang isbat itu tidak bisa tiba-tiba. Misalnya Menteri Agama tiba-tiba bilang tahun ini enggak ada sidang isbat, tentu kami akan protes juga karena ini sudah jadi aturan,” kata Gus Yahya dalam di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).

Sidang isbat, kata Gus Yahya, diselenggarakan untuk menjaga harmoni masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Sidang isbat ini diselenggarakan untuk tujuan agar harmoni masyarakat tetap terpelihara dalam Ramadan dan Idul Fitri. Setahu saya bahkan dulu yang mengusulkan sidang isbat itu Muhammadiyah,” ujar Gus Yahya.

Intinya, kata Gus Yahya, PBNU akan tetap mengikuti prosedur dan hasil sidang isbat yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami tetap saja berpegang pada pandangan bahwa awal Ramadan dan Idul Fitri itu ditentukan berdasarkan hasil rukyat hilal,” ujar dia.

Karena ada aturan pemerintah melakukan sidang isbat, maka NU menyandarkan diri kepada hasil sidang isbat yang diadakan pemerintah.

“Para kiai NU bahkan mengatakan tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda dari pemerintah kalau sudah ada penetapan isbat dari pemerintah,” kata dia.

Gus Yahya pun meminta masyarakat meningkatkan spiritualitas dan menghindari ceramah yang memuat provokasi selama bulan Ramadan.

“Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan ikhtiar rohani kita,” kata dia.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here