Muhammadiyah: Melarang Wayang Bukti Pemahaman Agama yang Dangkal

297
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. (Foto: Suara Muhammadiyah)

Jakarta, Muslim Obsession – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti turut menanggapi viralnya isi ceramah Khalid Basalamah yang melarang adanya tradisi budaya wayang, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Menurutnya, ucapan tersebut menunjukkan dangkalnya pemahaman terhadap budaya Indonesia salah satunya adalah kesenian wayang.

“Pernyataan Ustaz Khalid Basalamah tentang wayang menunjukkan pemahaman yang dangkal tentang wayang,” ujar Abdul Mu’ti dalam akun Twitternya, Selasa (15/2/2022).

Abdul Mu’ti mengatakan wayang sendiri telah berperan penting sebagai media dakwah ajaran Islam sejak jaman dahulu.

“Dalam konteks sejarah dakwah Islam, wayang merupakan media dakwah yang efektif,” kata dia.

Sehingga, menurutnya kesenian wayang sendiri seyogyanya perlu dipopulerkan untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia ke depannya.

“Sekarang ini, kesenian yang berbasis dan mengakar di masyarakat justru perlu dipopulerkan sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa,” tutur dia.

Sebelumnya viral ceramah Khalid Basalamah Lc MA yang menjawab pertanyaan dari jamaah kajiannya tentang hukum wayang. Ia mengungkap permainan wayang dilarang dalam ajaran agama Islam.

Meski demikian, ulama lulusan Arab Saudi itu menyebut kesenian wayang tetap bisa dikenang sebagai tradisi peninggalan nenek moyang.

“Kalau memang ini (wayang) peninggalan nenek moyang kita, mungkin kita bisa kenang dulu, oh ini tradisi orang dulu seperti ini. Tapi kan bukan berarti itu harus dilakukan, sementara dalam Islam dilarang. Harusnya kita tinggalkan.”

“Kalau masalah tobat, ya tobat nasuha. Kalau dia punya (wayang) lebih baik dimusnahkan, dalam arti kata dihilangkan,” imbuh dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here