Mimar Sinan, Arsitek Terbaik Dalam Sejarah Islam

5818

Sejak usia dini, Sinan mengikuti jejak ayahnya yang seorang pedagang dan mempelajari keterampilan dari perdagangan. Ketika dia menginjak usia 21 tahun, dia direkrut oleh Devshirme ke dalam Korps Janissary pada masa pemerintahan Sultan Selim I yakni antara tahun 1512 hingga tahun 1520. Ketika Sinan menjalani wajib militer (acemioglan), dia mengatakan bahwa dia bersedia untuk belajar bersungguh-sungguh dalam bidang pertukangan. Lalu Sinan disarankan agar membangun kapal-kapal, jembatan kayu dan segala macam konstruksi yang berasal dari kayu.

Keahlian dalam bidang pertukangan ini dia kembangkan lebih lanjut selama dia mengikuti dinas militer dan berpartisipasi dalam sejumlah kampanye termasuk kampanye ke Belgrade pada tahun 1521, ke Wina pada tahun 1529 dan ke Baghdad pada tahun 1535. Sinan menunjukkan keistimewaannya dengan menunjukkan keberaniannya sendiri terutama saat mengikuti kampanye di Beograd dan di Rhodes pada tahun 1522. Sehingga dia dipromosikan untuk menjadi seorang zenberekdji bashi yakni seorang kepala operator kembang api.

Pada tahun 1534, Sinan ikut serta dalam perang Persia dan menunjukkan kemampuan yang hebat dalam pertempuran di Danau Van ketika dia merancang kapal feri untuk menyeberangkan para tentara melalui danau. Dalam kampanye lain di Wallachia (sekarang Rumania), Sinan membangun sebuah jembatan di Danube bagi para tentara yang akan menyeberang. Kemampuannya yang luar biasa ini membuatnya semakin termasyhur dan dikagumi oleh banyak orang. Kehebatannya ini, membuatnya dipromosikan sebagai kepala konstruksi militer dan dia semakin memperluas keterampilannya dalam bidang pertukangan batu.

Berbagai macam pengalaman Sinan yang luar biasa seperti membangun atau memperbaiki jembatan, membangun tempat pertahanan maupun istana semakin menumbuhkan minatnya untuk memperdalam ilmu arsiteknya. Sejak saat itu, bakatnya yang luar biasa dalam rancang bangun menarik perhatian Sultan Kekaisaran Turki Usmani dan memintannya bekerja sebagai arsitek utama mereka untuk pembangunan masjid, sekolah, dan bangunan sipil lainnya. Sinan sendiri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Istanbul pada tahun 1588. (Bal/Berbagi Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here