Menjadi Shalih, Bukan Thalih

267

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Thalih adalah lawannya Shalih. Kita semua memohon pada Allah Swt. agar menjadi orang Shalih dan Shalihah, bukan orang yang Thalih dan Thalihah.

Apa itu Thalih?

Thalih atau Thalihah (طالح او طالحة) adalah orang nakal, hidup menjauhkan diri dari ajaran agama. Hari-harinya penuh kemaksiatan dan kemungkaran, umurnya disia-siakan tanpa berbuat baik.

Untuk menjadi Shalih atau Shalihah, kitalah yang sangat amat membutuhkan Islam, bukan Allah yang butuh dan mencari-cari hamba minta disembah.

Karena hidup ini amat singkat, kita butuh hidayah, bimbingan, penerang dan petunjuk hidup, agar selamat dan bahagia tanpa kekacauan dan saling memakan.

BACA JUGA: Mati Mendadak

Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan bahwa hidup di dunia ini hanya “berkisar 60 hingga 70 tahun saja, sedikit yang lebih dari itu”:

اعمار امتى ما بين الستين و السبعين وقليل من يتجاوز عن ذلك. (متفق عليه)

Demikian sabda Rasulullah ﷺ. Jikapun lebih dari 70 tahun, itu adalah waktunya melemah dan terus melemah.

Berbahagialah, mereka yang berusia lebih dari 60 tahun apa lagi 70 tahun. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah yang telah mendapat kesempatan lebih banyak untuk memohon ampun dan menumpuk kebaikan dan amal shalih.

Mari kita hitung, umur kita sudah berapa tahun hari ini? Dan hasilnya jadikanlah angka pengurang dari 60 atau 70. Hasilnya, itulah angka kira-kira berapa tahun lagi akan mati dan dimasukkan ke dalam liang lahat seorang diri.

Liang lahat adalah ruang tunggu, menunggu Dunia Kiamat. Nah liang Lahat ini, apakah menjadi “Taman Indahnya Surgawi” (روضة من رياض الجنة) atau kubangan api Neraka (حفرة من حفر النيران).

BACA JUGA: Allah Ta’ala Terus Menatap Kita

Hidup ini adalah pilihan, mau jadi orang Shalih/ah Thalih/ah adalah pilihan. Mau beragama atau tidak, adalah pilihan. Mau nakal atau baik, adalah pilihan. Mau jujur atau munafik, adalah pilihan.

Mau damai sejahtera atau menjadi tukang ribut, nyinyir, caci, fitnah ujar kebencian, keributan, iri, hasut, ghiibah dan namiimah adalah pilihan. Mau rajin ke masjid atau tidak, adalah pilihan.

Semua akan dimintai pertanggungjawabannya. Tidak ada sedikitpun keshalihan yang tidak dinilai oleh Allah dengan penghargaan dan penghormatan yang INDAH. Dan tidak ada sedikitpun kethalihan yang lolos dari siksa Allah Swt.

بك او بدونك الاسلام سينتصر. واما انت فبدون الاسلام ستضيع وتخسر(من كلمات الشيخ ديدات)

“Dengan engkau atau tanpa engkau, Islam tetap akan jaya dan berkembang. Tapi engkau tanpa Agama, akan sesat, merugi dan akhirnya binasa”.

Silahkan pilih, mau jadi Shalih/ah atau Thalih/ah.

BACA JUGA: Ketika Berdoa, Hindari Kata “Jika”

Allah Swt. Berfirman:

والذين يحاجون فى الله من بعد ما استجيب له حجتهم داحضة عند ربهم وعليهم غضب شديد . الشورى ٤٢ الاية ١٦

“Dan orang orang yang berbantah bantah tentang Agama Allah setelah Agama itu mereka terima, sungguh perbantah bantahan mereka itu sia sia di sisi Tuhannya. Dan mereka mendapat KEMURKAAN dan AMARAH Allah, dan mereka itulah mendapat azab yang sangat keras,” (QS. As-Syuuraa [42]: 16).

Mereka inilah orang orang THALIH dan THALIHAH.

Sedang orang yang Shalih/ah adalah orang yang penuh kebaikan, manfaat bagi diri, keluarga dan orang banyak dalam ketaatan pada Allah.

BACA JUGA: Orang yang Peduli Masjid Akan Dilindungi Allah Ta’ala

Mari perbanyak doa ini:

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Allaahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.

“Yaa Allah, tolonglah aku, agar aku mampu selalu mengingatMu, berdzikir padaMu, bersyukur dan ber ibadah dengan sebaik baiknya padaMu”.

 اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين ولا تجعلنا طالحين

Allaahumma j’alnaa min ‘ibaadikas sholihiin, wa laa taj’alnaa tholihiin.

“Yaa Allah, jadikan lah kami HambaMu yang Shalihiin, bukan Thalihiin”.

Aamiin Yaa Allah. Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here