Mengenang Haji Wada, dan Hari-Hari Terakhir Rasulullah

53
Makkah (Foto: sofrep)

Jakarta, Muslim Obsession – Saat Nabi Muhammad sudah paripurna dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam di wilayah Arab Saudi. Saat itulah Nabi melaksanakan Haji Wada, sebuah ibadah yang mengingatkan umat Islam bahwa usia Nabi tidak lama lagi.

Tentu kabar usia Nabi yang tidak akan lama lagi membuat umat Islam sedih. Meskipun disisi lain mereka senang dakwah Nabi Muhammad selama 23 tahun kenabian telah sukses membuat masyarakat Arab meninggalkan kepercayaan nenek moyang, dan kembali kepada ajaran Tauhid.

Selama 23 tahun pula Nabi Muhammad bersama sekalian umat Muslim harus merasakan beratnya melewati tantangan dan ujian di tengah kaum musyrikin.

Harta dikorbankan, tenaga dikerahkan, pikiran didedikasikan, hingga nyawa pun siap menjadi taruhan jika memang untuk mempertahankan keimanan harus dibayar dengan nyawa.

Setelah 23 tahun perjuangan dakwah berlalu, tepatnya hari Sabtu empat hari sebelum habisnya bulan Dzulqa’dah tahun 11 H, Rasulullah bersama umat Muslim bertolak ke Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Haji Wada’.

Kata ‘Wada’ sendiri berarti perpisahan karena tidak lama setelah itu Nabi Muhammad wafat. Peristiwa Haji Wada’ ini ditulis oleh para sejarawan dengan begitu detail dalam catatan-catatan sejarah mereka. Mulai dari Nabi mempersiapkan keberangkatan, manasik per manasik, sampai kembali lagi ke Madinah.

Nabi memasuki kota Makkah pada hari Senin, 4 Dzulqa’dah tahun 10 H dengan menghabiskan perjalanan selama delapan hari. Waktu tempuh perjalanan yang lebih lama dari biasanya ini menggambarkan betapa Rasulullah menikmati proses ibadah tersebut.

Mengingat ini adalah momen haji pertama sekaligus terakhir baginya sebagaimana dituturkan sebagian sejarawan. (Ibnul Atsir, Al-Kâmil fit Târîkh, 2010: juz 2, h. 170)

Momen Haji Wada’ ini juga menunjukkan animo manusia untuk memeluk agama Islam begitu besar. Syekh Mushtafa as-Siba’i dalam As-Sîrah an-Nabawiyah Durus wa ‘Ibar saja melaporkan sebanyak 114.00 umat Muslim dari Jazirah Arab dan sekitarnya turut serta menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Sementara Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam Ar-Raḫîqul Makhtûm melaporkan jumlah jamaah haji sebanyak 124.000 atau 140.000. Tentu angka ini sangat fantastis mengingat Nabi hanya butuh waktu 23 tahun untuk mengislamkan bangsa Arab yang sudah mapan dengan ideologi jahiliyah warisan nenek moyang dan sudah mengakar kuat di tubuh bangsa Arab saat itu.

Di tengah lautan umat Muslim itulah kemudian Rasulullah menyampaikan pidato yang cukup mengharukan. Pesan-pesannya mengisyaratkan bahwa usia beliau tidak lama lagi. Berikut adalah potongan pembuka pesan yang beliau sampaikan saat itu,

أَيُّهَا النَّاسُ، اسْمَعُوا قَوْلِي، فَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلِّي لَا أَلْقَاكُمْ بَعْدَ عَامِي هَذَا بِهَذَا الْمَوْقِفِ أَبَدًا

“Wahai sekalian manusia, dengarkanlah perkataanku! Aku belum tahun secara pasti, boleh jadi aku tidak akan bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini.”

Belum lagi setelah pidato selesai turun ayat Al-Qur’an yang semakin memperkuat bahwa tidak lama lagi Nabi akan tutup usia.

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ فِي مَخۡمَصَةٍ غَيۡرَ مُتَجَانِفٖ لِّإِثۡمٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Ayat ini menjelaskan bahwa ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah telah tuntas dan sudah sempurna. Dengan demikian misi risalah Nabi juga telah rampung. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here