Mengenal AED, Alat Penyelamat Jiwa Bagi Jamaah Haji dengan Darurat Jantung

847

Muslim Obsession – AED adalah bagian penting dari fasilitas medis yang digunakan di Masjidil Haram untuk menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat, terutama ketika seseorang mengalami serangan jantung mendadak

Kemajuan yang dilakukan Pemerintah Saudi di Masjidil Haram bertujuan untuk menyelamatkan nyawa para jamaah.

Situs paling suci dalam Islam, Masjidil Haram di Makkah telah mengambil langkah-langkah keamanan bagi jamaah yang menghadapi serangan jantung mendadak.

Dilansir The Islamic Information, Selasa (6/2/2024) pihak berwenang telah memasang 15 Automated External Defibrillators (AED) atau defibrilator eksternal otomatis.

Defibrillator Eksternal Otomatis bersifat portabel dan telah terbukti menjadi komponen yang menyelamatkan jiwa. AED dapat mengirimkan kejutan listrik kecil ke jantung untuk mengembalikan detak jantung normalnya.

Perangkat portabel ini tidak memerlukan pelatihan medis apa pun dan dirancang untuk pengoperasian yang mudah digunakan.

Diposisikan secara strategis di seluruh Masjidil Haram, yang sering dikunjungi oleh jutaan umat Islam setiap tahunnya untuk haji dan umrah, AED ini memainkan peran penting dalam mengatasi 19 insiden jantung tahun lalu.

Khususnya, mereka ditempatkan di lokasi-lokasi penting seperti gerbang utama, mataf (tempat jamaah mengelilingi Ka’bah), dan Perpanjangan Ketiga masjid.

Sejalan dengan komitmen pemerintah Saudi terhadap keselamatan dan kenyamanan pengunjung, AED melengkapi berbagai fasilitas medis yang disediakan di Masjidil Haram.

Selain itu untuk memfasilitasi para peziarah, kebijakan baru telah diperkenalkan. Salah satunya adalah perpanjangan masa berlaku Visa Umrah. Kini individu dapat tetap santai selama 30-90 hari setelah penerbitan Visa Umrah.

Tidak hanya itu, pemegang Visa dapat masuk melalui pelabuhan mana pun di negaranya baik itu darat, udara, atau laut.

Individu yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk telah diberikan kesempatan untuk mengajukan visa turis, apa pun profesinya, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan ibadah umrah.

Warga negara Saudi dapat menyampaikan undangan umrah kepada teman-teman dari luar negeri, dan jamaah haji wanita tidak lagi memerlukan wali laki-laki sebagai pendamping.

Menteri Haji dan Umrah Saudi, Tawfiq Al Rabiah, menyoroti kemajuan ini. Sesuai laporan sekitar 13,5 juta orang melakukan umrah tahun lalu yang memang memecahkan rekor.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here