Menag: Pesantren Adalah Lembaga Pendidikan Khas Asli Indonesia

84
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan keislaman yang khas asli Indonesia.

Hal itu disampaikan Menag secara daring, saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam International Seminar on Islamic Education & Peace (ISIEP) 2021, Senin (29/11/2021).

Selain karena memiliki karakter khas Indonesia, jelas Menag, pesantren dinilai selalu bisa mentransmisikan pemahaman Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak ekstrim.

BACA JUGA: Menag Janji Pemerintah Akan Terus Perhatikan Pesantren

Pada kegiatan yang digelar Universitas Islam Raden Rahmat Malang dan Universiti Teknologi Malaysia, itu Menag mengungkapkan, pesantren selama ini juga telah memainkan perannya sebagai penjaga kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

“Pesantren mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Karenanya, pesantren didorong untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang moderat,” imbuh Menag di hadapan 800 peserta yang hadir.

Menag menjelaskan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki karakter damai, santun, toleran, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

BACA JUGA: Dewan Dakwah: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren

“Setidaknya, terdapat empat teori masuknya Islam ke Indonesia. Yakni teori India (Gujarat), teori Arab (Makkah), teori Persia (Iran), dan teori Tiongkok,” urainya.

Pada kegiatan tersebut tampil lebih dari 70 presenter dari berbagai negara (Indonesia, Malaysia, Nigeria, Thailand, Filipina, Pakistan).

Mereka antara lain adalah Anshari Pangaga Ali (Mindanao State University Filipina), Imam Suprayoga (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Indonesia), Hamdan bin Said (Universiti Teknologi Malaysia), dan Rafiu Ibrahim Adebayo (Federal College of Education Nigeria). (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here